Dari situlah lantunan adzan terdengar sampai Giring tempat ayahnya, serta sampai ke Tempat Sunan Pandanarang di Bayat.
Bahkan, upaya berhubungan jarak jauh ketiganya melalui kebatinan bisa dilakukan dari puncak bukit tersebut.
Menurut Daryanto, juru kunci Makam Ki Ageng Wonokusumo, cerita mengenai Ki Ageng Wonokusumo didapatnya dari leluhur secara turun-temurun.
Dia menuturkan, Ki Ageng Wonokusumo merupakan salah satu tokoh Islam yang disegani dan ditakuti. Bahkan, dianggap musuh besar oleh penjajah Belanda yang selalu ingin membunuhnya.
Namun, para pengikut dan sahabat Wonokusumo selalu bisa mengelabui Belanda. Hingga akhirnya pada suatu saat terjepit, para pengikut serta sahabat mengatakan bahwa Ki Ageng Wonokusumo telah meninggal dunia.
Lokasi makam Ki Ageng Wonokusumo berada di lokasi yang tinggi, di sekitarnya juga digunakan pemakaman umum. Warga sekitar pun tidak berani memakamkan warga berada lebih tinggi dari makam Wonokusumo.
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)