BULAN Rajab menjadi satu dari empat bulan suci yang disebutkan dalam Alquran dan hadits. Rajab terletak di antara bulan Jumadil Akhir dan bulan Sya'ban.
Penamaan bulan Rajab berasal dari kata rajjaba–yurajjibu yang artinya mengagungkan. Dinamakan Rajab karena bulan ini diagungkan masyarakat Arab. (Lihat keterangan Al Ashma'i, dikutip dari Lathaiful Ma'arif, halaman 210)
Bulan Rajab sebagaimana Muharram termasuk bulan haram atau suci. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya 4 bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang 4 itu." (QS At-Taubah Ayat 36)

Lalu apa saja 4 bulan suci tersebut? Dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
"Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada 12 bulan. Di antaranya ada 4 bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhar yang terletak antara Jumadil (Akhir) dan Sya'ban." (HR Bukhari nomor 3197 dan Muslim: 1679)
Jadi 4 bulan suci yang dimaksud adalah (1) Dzulqo'dah; (2) Dzulhijjah; (3) Muharram; dan (4) Rajab.
Dalam bulan suci Rajab ini banyak yang melakukan amalan sunnah, misalnya puasa hingga memperbanyak dzikir. Namun tahukah Anda bahwa di bulan Rajab ini juga bertepatan dengan terjadinya Isra Miraj?
Dilansir nu.or.id, singkat cerita kala itu Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam sedang terjaga ketika malam hari tidur di kamarnya. Kemudian tiba-tiba datanglah sosok malaikat, mengeluarkan hati kekasih Allah Subhanahu wa Ta'ala tersebut dan mencucinya.
Setelah dicuci, hati Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam diberi emas yang penuh dengan keimanan, lalu dikembalikan seperti semula.