Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa Malaikat Jibril Tidak Bisa Masuk ke Sidratul Muntaha?

Hantoro , Jurnalis-Selasa, 06 Februari 2024 |14:04 WIB
Kenapa Malaikat Jibril Tidak Bisa Masuk ke Sidratul Muntaha?
Ilustrasi penjelasan Malaikat Jibril tidak bisa masuk ke Sidratul Muntaha saat mengantar Rasulullah Isra Miraj. (Foto: Freepik)
A
A
A

KENAPA Malaikat Jibril tidak bisa masuk ke Sidratul Muntaha? Benarkah demikian? Berikut ini jawaban jelasnya berdasarkan dalil-dalil shahih. 

Dilansir Bimbinganislam.com, Ustadz Mu'tashim Lc MA hafidzahullah menerangkan memang ada sebagian riwayat yang menyebutkan bahwa Malaikat Jibril tidak ikut serta bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam ketika naik ke Sidratul Muntaha.

Namun para ulama berselisih terkait sanad yang di dalamnya, sehingga sebagian ulama melemahkan hadist tersebut.

قال القاضي عياض رحمه الله تعالى:

” وذكر النقاش عن ابن عباس: في قصة الإسراء عنه صلى الله عليه وسلم في قوله تعالى: ( ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّى ).

قال: فارقني جبريل، فانقطعت الأصوات عني فسمعت كلام ربي وهو يقول: ليهدأ روعك يا محمد، ادن ادن ” انتهى من “الشفا” (1 / 202).

وقال الخطيب البغدادي رحمه الله تعالى:

” سألت أبا بكر البرقاني، عن النقاش، فقال: كل حديثه منكر.

وَحَدَّثَنِي من سمع أبا بكر ذكر تفسير النقاش، فقال: ليس فيه حديث صحيح ” انتهى من “تاريخ بغداد” (2 / 606

Berkata alqodi Iyadh rahimahullah ta'ala, "Annaqos menyebutkan dari Ibnu Abbas dalam kisah Isra-nya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dalam firman Allah Ta'ala."

ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّى

"Kemudian dia mendekat (pada Muhammad), lalu bertambah dekat." (QS An-Najm: 8) 

Info grafis Isra Miraj. (Foto: Okezone)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam berkata, "Jibril memisahkan diri dariku, segala suara terputus dan aku mendengan kalimat Rabbku seraya berkata: Tenangkan hatimu ya Muhammad, mendekatlah, mendekatlah." (Assyifa 1/202)

Berkata Alkhatib Albaghdadi rahimahullah ta'ala, "Aku bertanya kepada Aba Bakr Albarqony tentang Annaqqos, beliau berkata: Seluruh haditsnya adalah munkar. Dan berkata kepadaku orang yang telah mendengar dari Aba Bakr ketika menjelaskan tentang tafsir annaqqas beliau berkata: Tidak ada padanya hadits shahih." (Tarikh Baghdad; 2/606)

Di sisi lain, sebagian ulama menguatkan pendapat yang menyatakan bahwa Malaikat Jibril tidak ikut bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam ketika naik ke Sidratul Muntaha, sebagaimana yang di sebutkan dalam hadist berikut, pada kalimat, "Kemudian Ibrahim pergi bersamaku ke Sidratul Muntaha."

Dalam riwayat dan kalimat tersebut tidak dijelaskan keberadaan Malaikat Jibril yang menyertai Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam. Ini menunjukkan bahwa Malaikat Jibril tidak bersama Rasulullah.

Berikut hadits yang dimaksud terkait Isra dan Miraj Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Di antaranya hadits shahih yang menyebutkan kisah ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya, dari sahabat Anas bin Malik. 

Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Didatangkan kepadaku buraaq –yaitu yaitu hewan putih yang panjang, lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari baghal, dia meletakkan telapak kakinya di ujung pandangannya (maksudnya langkahnya sejauh pandangannya). Maka aku pun menungganginya sampai tiba di Baitul Maqdis, lalu aku mengikatnya di tempat yang digunakan untuk mengikat tunggangan para nabi. Kemudian aku masuk ke masjid dan sholat 2 rakaat kemudian keluar.

Kemudian datang kepadaku Jibril 'Alaihis salaam dengan membawa bejana berisi khamar dan bejana berisi air susu. Aku memilih bejana yang berisi air susu. Jibril kemudian berkata: 'Engkau telah memilih (yang sesuai) fitrah.'

Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit (pertama) dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): 'Siapa engkau?' Dia menjawab: 'Jibril.' Dikatakan lagi: 'Siapa yang bersamamu?' Dia menjawab: 'Muhammad.' Dikatakan: 'Apakah dia telah diutus?' Dia menjawab: 'Dia telah diutus.'

Maka dibukakan bagi kami (pintu langit) dan aku bertemu dengan Adam. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Kemudian kami naik ke langit kedua, lalu Jibril 'Alaihis salaam meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): 'Siapa engkau?' Dia menjawab: 'Jibril.' Dikatakan lagi: 'Siapa yang bersamamu?' Dia menjawab: 'Muhammad.' Dikatakan: 'Apakah dia telah diutus?' Dia menjawab: 'Dia telah diutus.'

Maka dibukakan bagi kami (pintu langit kedua) dan aku bertemu dengan Nabi 'Isa bin Maryam dan Yahya bin Zakariya Shallawatullahi 'alaihimaa. Beliau berdua menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.

Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit ketiga dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): 'Siapa engkau?' Dia menjawab: 'Jibril.' Dikatakan lagi: 'Siapa yang bersamamu?' Dia menjawab: 'Muhammad' Dikatakan: 'Apakah dia telah diutus?' Dia menjawab: 'Dia telah diutus.'

Maka dibukakan bagi kami (pintu langit ketiga) dan aku bertemu dengan Yusuf 'Alaihis salaam yang beliau telah diberi separuh dari kebagusan (wajah). Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. 

Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit keempat dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): 'Siapa engkau?' Dia menjawab: 'Jibril.' Dikatakan lagi: 'Siapa yang bersamamu?' Dia menjawab: 'Muhammad.' Dikatakan: 'Apakah dia telah diutus?' Dia menjawab: 'Dia telah diutus.'

Maka dibukakan bagi kami (pintu langit keempat) dan aku bertemu dengan Idris alaihis salaam. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Allah berfirman yang artinya: 'Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.' (QS Maryam: 57)

Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit kelima dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): 'Siapa engkau?' Dia menjawab: 'Jibril.' Dikatakan lagi: 'Siapa yang bersamamu?' Dia menjawab: 'Muhammad.' Dikatakan: 'Apakah dia telah diutus?' Dia menjawab: 'Dia telah diutus.'

Maka dibukakan bagi kami (pintu langit kelima) dan aku bertemu dengan Harun 'Alaihis salaam. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.

Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit keenam dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): 'Siapa engkau?' Dia menjawab: 'Jibril.' Dikatakan lagi: 'Siapa yang bersamamu?' Dia menjawab: 'Muhammad.' Dikatakan: 'Apakah dia telah diutus?' Dia menjawab: 'Dia telah diutus.'

Maka dibukakan bagi kami (pintu langit) dan aku bertemu dengan Musa. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.

Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit ketujuh dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): 'Siapa engkau?' Dia menjawab: 'Jibril.' Dikatakan lagi: 'Siapa yang bersamamu?' Dia menjawab: 'Muhammad.' Dikatakan: 'Apakah dia telah diutus?' Dia menjawab: 'Dia telah diutus.'

Maka dibukakan bagi kami (pintu langit ketujuh) dan aku bertemu dengan Ibrahim. Beliau sedang menyandarkan punggungnya ke Baitul Ma'muur. Setiap hari masuk ke Baitul Ma’muur 70.000 malaikat yang tidak kembali lagi.

Kemudian Ibrahim pergi bersamaku ke Sidratul Muntaha. Ternyata daun-daunnya seperti telinga-telinga gajah dan buahnya seperti tempayan besar.

Tatkala dia diliputi oleh perintah Allah, dia pun berubah, sehingga tidak ada seorang pun dari makhluk Allah yang sanggup mengambarkan keindahannya.

Lalu Allah mewahyukan kepadaku apa yang Dia wahyukan. Allah mewajibkan kepadaku 50 sholat sehari semalam. Kemudian aku turun menemui Musa 'Alaihis salam. Lalu dia bertanya: 'Apa yang diwajibkan Tuhanmu atas umatmu?' Aku menjawab: '50 sholat.' Dia berkata: 'Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan, karena sesungguhnya umatmu tidak akan mampu mengerjakannya. Sesungguhnya aku telah menguji dan mencoba Bani Israil.'

Beliau bersabda: 'Maka aku pun kembali kepada Tuhanku seraya berkata: Wahai Tuhanku, ringankanlah untuk umatku.' Maka dikurangi dariku 5 sholat.

Kemudian aku kembali kepada Musa dan berkata: 'Allah mengurangi untukku 5 sholat.' Dia berkata: 'Sesungguhnya umatmu tidak akan mampu mengerjakannya, maka kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan.'

Maka terus-menerus aku pulang balik antara Tuhanku Tabaraka wa Ta'ala dan Musa 'Alaihis salaam, sampai pada akhirnya Allah berfirman:

"Wahai Muhammad, sesungguhnya ini adalah 5 sholat sehari semalam, setiap sholat (pahalanya) 10, maka semuanya 50 sholat. Barang siapa yang meniatkan kejelekan lalu dia tidak mengerjakannya, maka tidak ditulis (dosa baginya) sedikit pun. Jika dia mengerjakannya, maka ditulis (baginya) satu kejelekan.'

Kemudian aku turun sampai aku bertemu dengan Musa 'Alaihis salaam seraya aku ceritakan hal ini kepadanya. Dia berkata: 'Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan.'

Maka aku pun berkata: 'Sungguh aku telah kembali kepada Tuhanku sampai aku pun malu kepada-Nya'." (HR Muslim nomor 162)

Wallahu a'lam bisshawab

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement