Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Perbuatan Sepele tapi Jadi Penghalang Pintu Rezeki

Hantoro , Jurnalis-Selasa, 13 Februari 2024 |09:20 WIB
5 Perbuatan Sepele tapi Jadi Penghalang Pintu Rezeki
Ilustrasi perbuatan sepele tapi jadi penghalang pintu rezeki. (Foto: Okezone)
A
A
A

TERUNGKAP 5 perbuatan sepele tapi jadi penghalang pintu rezeki. Setiap Muslim sudah ditetapkan rezekinya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Maka itu, para ulama memberi nasihat tidak perlu khawatir dengan rezeki yang akan diperoleh. 

Rezeki setiap umat manusia sudah diatur dan dibagi dengan adil oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta'ala:

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

"Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat." (QS Asy-Syuraa: 27)

Namun ternyata ada perbuatan yang bisa menjadi penghambat rezeki. Berikut ini beberapa di antaranya, sebagaimana dihimpun dari Rumaysho.com

1. Tidur pagi

Kenapa sampai tidur pagi bisa menjadi penghambat datangnya rezeki? Sebab, pagi adalah waktu penuh berkah.

Dari sahabat Shakhr Al-Ghamidiy radhiyallahu 'anhu, Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا

"Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya."

Apabila Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengirim peleton pasukan, beliau mengirimnya pada pagi hari. Sahabat Shokhr sendiri (yang meriwayatkan hadits ini, pen) adalah seorang pedagang. Dia biasa membawa barang dagangannya ketika pagi hari. Karena hal itu dia menjadi kaya dan banyak harta. Abu Dawud mengatakan bahwa dia adalah Shokhr bin Wada'ah. (HR Abu Dawud nomor 2606. Hadits ini dishahihkan Syekh Al Albani)

2. Bermalas-malasan

Bermalas-malasan juga menjadi sebab rezeki sulit datang. Pasalnya, seorang muslim dituntut bekerja dan tawakkal pada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Contohlah burung seperti yang disebutkan dalam hadits berikut:

لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا تُرْزَقُ الطَّيْرُ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا

"Seandainya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah, tentu kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali pada sore hari dalam keadaan kenyang." (HR Tirmidzi nomor 2344, Ibnu Majah: 4164, Ahmad: 1:30. Abu 'Isa Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thahir mengatakan sanad hadits ini hasan)

Imam Ahmad pernah ditanya mengenai seseorang yang cuma mau duduk-duduk saja di rumahnya atau hanya berdiam di masjid, dan ia berkata, "Aku tidak mau bekerja sedikit pun dan hanya mau menunggu sampai rezekiku datang."

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفً

"Tidaklah para hamba berpagi hari di dalamnya melainkan ada dua malaikat yang turun, salah satunya berkata, 'Ya Allah, berilah ganti kepada orang yang senang berinfak.' Yang lain mengatakan, 'Ya Allah, berilah kebangkrutan kepada orang yang pelit'." (HR Bukhari nomor 1442 dan Muslim: 1010) 

3. Tidak amanah

Tidak amanah menjadi sebab orang sulit percaya. Kalau yang lain sulit percaya, bagaimana dia mudah mendapat pekerjaan, meraih tanggung jawab, sehingga memeroleh rezeki dengan mudah?

Ketahuilah bahwa orang yang berkhianat terhadap amanat pun menyandang salah satu sifat munafik. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

"Tiga tanda munafik adalah jika berkata, ia dusta; jika berjanji, ia mengingkari; dan ketika diberi amanat, maka ia ingkar." (HR Bukhari nomor 33 dan Muslim: 59)

Termasuk di sini pula adalah tidak amanah dalam melunasi utang. Ingatlah bahwa utang akan menyusahkan seseorang di akhirat kelak. Dari Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma, Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِىَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ

"Barang siapa yang mati dalam keadaan masih memiliki utang 1 dinar atau 1 dirham, maka utang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham." (HR Ibnu Majah nomor 2414. Syekh Al Albani mengatakan hadits ini shahih) 

4. Bohong

Juru adalah pembuka pintu rezeki. Sementara bohong merupakan kebalikannya yang justru menghambat datangnya rezeki.

Bohong atau dusta adalah dosa serta aib yang amat buruk. Di samping berbagai dalil dari Alquran dan berbagai hadits, umat Islam bersepakat bahwa berdusta itu haram.

Di antara dalil tegas yang menunjukkan haramnya bohong atau dusta adalah hadits berikut:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ

"Tanda orang munafik itu ada tiga, dusta dalam perkataan, menyelisihi janji jika membuat janji dan khinat terhadap amanah." (HR Bukhari nomor 2682 dan Muslim: 59, dari Abu Hurairah)

Dari berbagai hadits terlihat jelas bahwa sikap jujur dapat membawa pada keselamatan, sedangkan dusta membawa pada jurang kehancuran. Di antara kehancuran yang diperoleh adalah ketika di akhirat kelak. Dijelaskan dalam hadits berikut:

ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَا يُزَكِّيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ : الْمَنَّانُ, الْمُسْبِلُ إِزَارَهُ وَالْمُنْفِقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلَفِ الْكَاذِبِ

"Tiga (golongan) yang Allah tidak berbicara kepada mereka pada hari kiamat, tidak melihat kepada mereka, tidak menyucikan mereka dan mereka akan mendapatkan siksaan yang pedih, yaitu orang yang sering mengungkit pemberiannya kepada orang, orang yang menurunkan celananya melebihi mata kaki, dan orang yang menjual barangnya dengan sumpah dusta." (HR Muslim nomor 106, dari Abu Dzar)

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam mencela orang yang tidak transparan dengan menyembunyikan aib barang dagangannya. Coba perhatikan kisah dalam hadits dari Abu Hurairah, ia berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مَرَّ عَلَى صُبْرَةِ طَعَامٍ فَأَدْخَلَ يَدَهُ فِيهَا فَنَالَتْ أَصَابِعُهُ بَلَلاً فَقَالَ « مَا هَذَا يَا صَاحِبَ الطَّعَامِ ». قَالَ أَصَابَتْهُ السَّمَاءُ يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ « أَفَلاَ جَعَلْتَهُ فَوْقَ الطَّعَامِ كَىْ يَرَاهُ النَّاسُ مَنْ غَشَّ فَلَيْسَ مِنِّى »

"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah melewati setumpuk makanan, lalu beliau memasukkan tangannya ke dalamnya, kemudian tangan beliau menyentuh sesuatu yang basah, maka pun beliau bertanya, 'Apa ini wahai pemilik makanan?' Sang pemiliknya menjawab, 'Makanan tersebut terkena air hujan wahai Rasulullah.' Beliau bersabda, 'Mengapa kamu tidak meletakkannya di bagian makanan agar manusia dapat melihatnya? Ketahuilah, barang siapa menipu maka dia bukan dari golongan kami'." (HR Muslim nomor 102)

Jika dikatakan, "bukan termasuk golongan kami," berarti dosa menipu bukanlah dosa yang biasa-biasa saja.

5. Sedikit sholat

Sedikit sholat berarti kurang ketakwaan, padahal takwa itulah pembuka pintu rezeki. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (3)

"Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi segala sesuatu." (QS Ath-Thalaq: 2–3)

Demikian penjelasan ringkas mengenai 5 perbuatan sepele tapi jadi penghalang pintu rezeki. Allahu a'lam

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement