TANDA-tanda malam Lailatul Qadar. Adapun Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemuliaan. Sangat banyak malaikat turun ke dunia hingga penuh sesak.
Disebutkan juga bahwa Lailatul Qadar merupakan malam penetapan takdir. Dinamakan demikian karena pada malam tersebut turun kitab yang mulia Alquran, turun rahmat, dan turun para malaikat.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ , تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ , سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْر
Artinya: "Malam kemuliaan itu lebih baik dari 1.000 bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS Al Qadar: 3–5)
Dihimpun dari Rumaysho.com, dai muda lulusan Arab Saudi Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal M.Sc menjelaskan ada tanda-tanda khusus datangnya malam Lailatul Qadar, yakni:

1. Udara dan angin sekitar terasa tenang.
Sebagaimana penjelasan dari Ibnu Abbas, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء
Artinya: "Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan." (HR Ath-Thoyalisi dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, lihat Jaami’ul Ahadits 18/361. Syekh Al Albani mengatakan hadis ini sahih. Lihat Shahihul Jaami’ nomor 5475)
2. Dirasakan ketenangan beribadah
Malaikat turun dengan membawa ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam beribadah yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain.
3. Dapat dilihat dalam mimpi
Manusia dapat melihat malam lailatul qadar ini dalam mimpinya sebagaimana terjadi pada sebagian sahabat.
4. Matahari terbit dengan cerah
Matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih, tidak ada sinar. Dari Ubay bin Ka'ab, ia berkata:
هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.
Artinya: "Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke-27 (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa sinar yang menyorot." (HR Muslim nomor 762. Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 2/149–150)
5. Terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan
Lailatul Qadar itu terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: "Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan." (HR Bukhari nomor 2020 dan Muslim: 1169)
6. Terjadi pada malam ganjil
Terjadinya Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil lebih memungkinkan daripada malam-malam genap, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: "Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan." (HR Bukhari nomor 2017)
Demikianlah pembahasan tanda-tanda malam Lailatul Qadar pada hari-hari terakhir bulan Ramadhan. Allahu a'lam.
(Hantoro)