MADINAH - Kelompok terbang (kloter) pertama jamaah haji Indonesia mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. Suasana haru dan gembira tak terbendung dari wajah para dhuyufurrahman ketika menginjakkan kakinya ke kota Nabawi.
Kedatangan perdana jamaah haji Indonesia ini disambut Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad. Hadir juga, Konjen RI Jeddah Yusron Bahauddin Ambary, Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam, dan Kepala Daker Bandara Abdillah.
"Banyak di antara jamaah dengan usia di atas 70 tahun, saya kira dengan cara fast track seperti ini sangat terbantu karena mereka tidak perlu lama-lama antri di airport," ujar Dubes RI di Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad usai menyambut kedatangan jemaah asal Jakarta di Bandara AMMA Madinah, Minggu (12/5/2024).
Sejumlah petugas tampak sigap membantu mendorong kursi roda jemaah lansia. Dari 393 jemaah JKG-01, terdapat 79 jamaah lansia dengan 12 di antaranya membutuhkan layanan kursi roda. Abdul Aziz juga mengapresiasi kesigapan petugas haji dalam melayani jemaah.
"Layanan petugas untuk jemaah sudah bagus. Sudah teratur, langsung siap menyambut jemaah di bawah pintu. Saya kira ini inisiatif yang sangat baik," ungkapnya. Penyelenggaraan haji tahun 1445 H/2024 M masih mengusung tagline haji ramah lansia. Ada sekitar 45.678 jemaah dengan usia 65 tahun ke atas (21,41%).
Kemenag berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi seluruh jemaah, hal ini mewujud dari layanan yang diberikan kepada jemaah saat mendarat di Madinah. Setibanya di Terminal Fast Track Bandara, jamaah langsung diberangkatkan ke Taba Towers Hotel di Madinah.
Layanan fast track merupakan salah satu wujud kerja sama yang baik antara Pemerintah Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi. "Kami berterima kasih atas kerja sama ini. Kami berharap ini diteruskan. Ini merupakan program yang sangat baik yang bisa membantu jamaah," imbuhnya.
Dikatakan Dubes Abdul Aziz Ahmad, jemaah telah melalui perjalanan yang cukup pajang. Adanya fast track dapat memberikan jemaah kesempatan untuk istirahat.
(Maruf El Rumi)