Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perjalanan Haji 2024: Tarwiyah di Mina

Rio Anugerah , Jurnalis-Minggu, 30 Juni 2024 |20:56 WIB
Perjalanan Haji 2024: Tarwiyah di Mina
Diskusi jamaah haji dengan Ustadz Abdul Somad di Tenda Mina. (Foto: Rio Anugerah)
A
A
A

TAK terasa sudah masuk tanggal 8 Dzulhijah di Tanah Suci, kami para jamaah haji 2024 mulai bergerak menuju Mina untuk melaksanakan sunah Rasul yaitu Tarwiyah.

Tarwiyah adalah salah satu hari penting dalam rangkaian ibadah haji yang terjadi pada tanggal 8 Dzulhijjah.

Kata "tarwiyah" berasal dari bahasa Arab yang berarti "berpikir" atau "merenung." Pada hari ini, para jamaah haji biasanya melakukan beberapa aktivitas yang merupakan bagian dari persiapan untuk pelaksanaan wukuf di Arafah, yang merupakan puncak dari ibadah haji.

Pada hari Tarwiyah, para jamaah haji biasanya melakukan hal-hal berikut:

1. Ihram: Jamaah haji yang belum dalam keadaan ihram, memakai pakaian ihram dan berniat untuk melaksanakan haji.

2. Menuju Mina: Setelah niat ihram, jamaah haji berangkat menuju Mina dan bermalam di sana.

3. Menginap di Mina: Di Mina, jamaah haji melakukan shalat lima waktu dan bermalam sebagai persiapan untuk berangkat ke Arafah pada hari berikutnya.

Hari Tarwiyah adalah waktu yang penting untuk mempersiapkan diri baik secara fisik maupun mental, merenungkan niat haji, dan memfokuskan diri pada tujuan ibadah haji, yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kegiatan di Mina selama Tarwiyah juga di isi Tauisyah oleh Ustadz Dr. Zainurrofieq Lc, MH dan juga di isi oleh Ustadz Subki Al-Bughury untuk lebih menguatkan persiapan menuju hari H ibadah haji yaitu Wukuf di arafah

Sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW yang menegaskan bahwa wukuf di Arafah adalah salah satu rukun haji yang paling penting dan tidak boleh ditinggalkan.

Berikut adalah salah satu hadits tersebut:

ن عبد الرحمن بن يعمر قال: شهدت رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو واقف بعرفة، وأتاه ناس من أهل نجد، فقالوا: يا رسول الله، كيف الحج؟ فقال: (الحج عرفة، من جاء ليلة جمع قبل صلاة الفجر فقد أدرك حجه)

Artinya: "Dari Abdurrahman bin Ya’mar, ia berkata: Saya pernah menyaksikan Rasulullah SAW di Arafah. Kemudian beberapa orang dari Najd datang kepada beliau dan bertanya, 'Wahai Rasulullah, bagaimana haji itu?' Beliau menjawab, 'Haji itu adalah (wukuf di) Arafah. Barangsiapa yang datang pada malam Jumu'ah (malam 10 Dzulhijjah) sebelum terbitnya fajar, maka ia telah mendapatkan haji.'"

(HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan An-Nasa'i)

Kondisi tenda dengan kapasitas yang sangat padat tidak menyurutkan semangat para jamaah dalam beribadah, kesempatan ini digunakan untuk saling mengenal satu sama lain dan lebih meningkatkan suasana keakraban sesama jamaah haji.

Suhu di Mina yang mencapai 47 derajat celcius pun harus kita hadapi sebagai bagian dari keikhasan kita dalam menjalani tahapan ibadah haji tahun ini

Pak Haji Samino, salah seorang jamaah dari Pekan Baru Riau mengatakan bahwa suhu terik sudah biasa dia hadapi sebagai petani yang memliki beberapa hektar lahan perkebunan sawit.

Beliau yang berasal dari kota solo dan sudah hampir 30 tahun tinggal di Riau itu terlihat sangat rindu kepada dua cucu nya yang masih kecil, kerinduan itu lebih terasa dibandingkan suhu panas dan kepadatan tenda di Mina saat itu.

Haji Ivan Salah seorang jamaah yang masih cukup muda menceritakan kejadian yang menjadi pengalaman berharga bagi beliau saat didalam tenda mina yang padat dengan suhu yang cukup panas, ketika itu dia menyatakan sempat merasa kehilangan oksigen dan hampir saja membuatnya jatuh pingsan, namun menyadari kondisinya beliau bergegas keluar tenda untuk mencari ruang udara agar tetap dalam kondisi sadar.

Hikmah yang beliau petik dari kejadian itu adalah bahwa dengan sekejap mudah saja bagi Allah untuk menghentikan aliran oksigen kedalam tubuh kita dan membuat kita hilang kesadaran, maka istighfar dan selalu bersyukur adalah kunci bagi kita setiap waktu agar tetap dalam keadaan husnul khotimah.

Bagi beberapa jamaah masa-masa tarwiyah juga digunakan untuk berdiskusi dan bertanya langsung kepada ustadz subki al-bughury dan ustadz Abdul Somad mengenai banyak hal terkait haji dan juga terkait syiar agama Islam di Indonesia.

(Qur'anul Hidayat)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement