Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SPECIAL REPORT: 1 Muharram dan Momen Titik Temu Kalender Hijriah Global

Hantoro , Jurnalis-Minggu, 07 Juli 2024 |13:13 WIB
SPECIAL REPORT: 1 Muharram dan Momen Titik Temu Kalender Hijriah Global
Special Report: Kalender Hijriah Global. (Foto: Okezone)
A
A
A

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama Adib menyatakan pihaknya menghargai setiap ijtihad yang diniatkan untuk kemaslahatan umat. Kendatipun demikian, Kemenag tetap menghargai ragam dinamika dan perbedaan pandangan yang ada, termasuk terkait hadirnya Kalender Hijriah Global Tunggal.

"Kementerian Agama sendiri telah memiliki standar baku dalam penetapan kalender Hijriah dengan menerapkan kriteria Imkanur Rukyat yang telah disepakati oleh MABIMS (Menteri Agama Brunei Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yaitu tinggi hilal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat yang mana kriteria ini juga sudah dikaji oleh Tim Hisab Rukyat di mana kriteria ini sudah sesuai dengan fikih dan sains," jelasnya ketika dikonfirmasi Okezone, Rabu 3 Juli 2024.

Dia menerangkan, alasannya sebagaimana diketahui dari hasil rukyat jangka panjang selama ratusan tahun, diketahui bahwa elongasi minimal agar hilal cukup tebal untuk bisa dirukyat adalah 6,4 derajat (Odeh, 2006).

Dirinya melanjutkan, data analisis hisab sekira 180 tahun saat matahari terbenam di Banda Aceh dan Pelabuhan Ratu juga membuktikan bahwa elongasi 6,4 derajat menjadi prasyarat agar saat magrib bulan sudah berada di atas ufuk.

Dari data rukyat global, papar Adib, diketahui bahwa tidak ada kesaksian hilal yang dipercaya secara astronomis yang beda tinggi bulan-matahari kurang dari 4 derajat atau tinggi bulan saat matahari terbenam tidak ada yang kurang dari 3 derajat.

Dia membeberkan, Ilyas (1988) memberikan kriteria visibilitas hilal dengan beda tinggi bulan-matahari minimum 4 derajat (tinggi bulan minimum 3 derajat). Dari data SAAO, Caldwell, dan Laney (2001) membuat kriteria visibilitas hilal dengan memisahkan pengamatan dengan mata telanjang (bulatan hitam) dan dengan alat bantu optik (bulanan putih).

Secara umum, jelas Adib, syarat minimal beda tinggi bulan-matahari (dalt) > 4 derajat atau tinggi bulan > 3 derajat. Sehubungan itu, Kemenag mengimbau kepada masyarakat tidak ragu menggunakan kriteria Imkanur Rukyat MABIMS dan selalu mengutamakan toleransi ketika ada perbedaan dalam penetapan awal bulan kamariah.

“Pemerintah selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada umat Islam di Indonesia dalam hal menjalankan ibadah di bulan-bulan Kamariah khususnya bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah," pungkasnya.

Pakar Astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaludin menilai pembentukan Kalender Islam Global akan sulit terwujud karena masih kentalnya perbedaan dalam menentukan bulan Kamariah/Hijriah.

"Kalender Global Islam itu menganggap satu wilayah di dunia sebagai satu hari atau satu tanggal. Tentu ada plus minus-nya. Plus-nya kita bisa menentukan bulan sama-sama tapi secara teknis ini sulit," ujar Thomas dikutip dari Antara (16 Maret 2023).

Thomas mengatakan ada tiga syarat yang mesti dipenuhi untuk mendapatkan satu kalender utama persatuan Islam yang mapan. Pertama, harus ada kesepakatan kriteria, kedua harus ada kesepakatan batas tanggal, dan ketiga ada otoritas tunggal.

Syarat kedua, batas tanggal yang masih dilema, apakah menggunakan batas tanggal internasional atau batas tanggal kamariah (internasional lunar date line). Thomas juga mengkritik bahwa kriteria Wujudul Hilal yang dipedomani Muhammadiyah sudah ditinggalkan. Dia menyebut teori Wujudul Hilal mirip seperti geosentris yang menganggap bumi sebagai pusat.

Pernyataan Thomas ini disangkal Arwin. Menurut dia, penentuan awal bulan di dalam tubuh Muhammadiyah melewati dirkusus yang panjang. "Sesuai tabiatnya, Muhammadiyah adalah organisasi yang memiliki karakter progresif dan berkemajuan, yang dalam konteks penentuan awal bulan Muhammadiyah memiliki analisis historis mendalam dan pada saat yang sama memiliki sorotan maslahat jauh ke depan yang ditunjukkan dengan gagasannya tentang Kalender Islam Global," pungkasnya. 

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement