Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apakah Tarot Termasuk Musyrik? Penjelasan Berdasarkan Dalil Quran dan Hadis

Rahman Asmardika , Jurnalis-Sabtu, 03 Januari 2026 |13:15 WIB
Apakah Tarot Termasuk Musyrik? Penjelasan Berdasarkan Dalil Quran dan Hadis
Ilustrasi. (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Membaca kartu tarot telah menjadi tren yang menyebar luas di media sosial dan platform digital, terutama di kalangan muda yang mencari jawaban atas permasalahan hidup. Namun, bagi umat Muslim, pertanyaan mendesak muncul: apakah praktik ini sesuai dengan ajaran Islam, ataukah termasuk tindakan yang melanggar prinsip tauhid? Untuk memahami hal ini secara mendalam, kita perlu merujuk pada dalil-dalil dari Al-Qur'an dan Hadis yang telah dijelaskan oleh para ulama selama berabad-abad.

Apa itu Tarot dan Bagaimana Hukumnya?

Tarot adalah sejumlah kartu yang memuat lambang-lambang dan gambar yang konon dipercaya dapat meramal nasib, masa depan, dan hal-hal yang gaib lainnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, tarot didefinisikan sebagai alat untuk meramal nasib seseorang. Dengan definisi yang jelas ini, Islam memiliki pandangan yang tegas: membaca tarot adalah praktik ramalan yang dilarang karena bertentangan dengan ajaran tauhid, yaitu kepercayaan akan keesaan Allah dalam segala hal termasuk pengetahuan tentang masa depan.

Dalil Quran: Hanya Allah yang Mengetahui Hal Gaib

Allah SWT memberikan penjelasan yang sangat jelas dalam Al-Qur'an tentang siapa saja yang berhak mengetahui hal-hal yang bersifat gaib (yang tidak terlihat atau tidak dapat diketahui oleh indra manusia). Dalam Surat An-Naml ayat 65, Allah berfirman:

قُلْ لَّا يَعْلَمُ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ الْغَيْبَ اِلَّا اللّٰهُۗ وَمَا يَشْعُرُوْنَ اَيَّانَ يُبْعَثُوْنَ

"Katakanlah (Muhammad), 'Tidak ada siapa pun di langit dan di bumi yang mengetahui sesuatu yang gaib, kecuali Allah. Mereka juga tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan.'" (Q.S An-Naml: 65)

 

Ayat ini menunjukkan dengan tegas bahwa tidak ada makhluk apapun—manusia, malaikat, jin, atau bahkan Nabi Muhammad sendiri—yang bisa mengetahui perkara gaib. Pengetahuan tentang hal yang gaib adalah hak prerogatif Allah semata.

Lebih lanjut, Allah menjelaskan dalam Surat Luqman ayat 34 tentang lima hal gaib yang khusus hanya diketahui oleh Allah:

اِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗ عِلْمُ السَّاعَةِۚ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْاَرْحَامِۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًاۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌۢ بِاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Artinya: "Sesungguhnya Allah memiliki pengetahuan tentang hari Kiamat, menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui apa yang akan dia kerjakan besok. Begitu pula, tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti." (Q.S Luqman: 34)

Lima hal gaib tersebut adalah: (1) waktu hari kiamat, (2) turunnya hujan, (3) keadaan janin dalam rahim, (4) apa yang akan dilakukan di esok hari, dan (5) tempat serta waktu kematian seseorang.

Hadis Rasulullah tentang Peramal dan Dukun

Selain dari Al-Qur'an, Rasulullah SAW juga memberikan peringatan yang sangat keras mengenai bahaya mendatangi peramal atau dukun. Dari sahabat Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:

مَنْ أَتَى كَاهِنًا، أَوْ عَرَّافًا، فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ، فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

"Barangsiapa yang mendatangi seorang dukun atau peramal, lalu dia percaya pada apa yang dikatakan maka dia telah mengingkari (kufur) syari'at yang diturunkan pada Nabi Muhammad."

 

Hadis ini sahih menurut syarat Bukhari dan Muslim, menunjukkan keserius-an masalah ini dalam Islam. Selain itu, dalam riwayat Muslim, disebutkan hadis lain yang berbunyi:

مَنْ أتى عَرَّافًا فَسَأَلهُ عَنْ شَئٍ لم تقْبَل لَهُ صَلاةُ أربعينَ ليلةً

"Barangsiapa yang datang ke tukang ramal lalu mempercayai apa yang dikatakan maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari."

Mengapa Tarot Termasuk Musyrik?

Tarot dapat dikategorikan sebagai musyrik (kesyirikan) karena beberapa alasan:

Pertama, tarot mengklaim dapat mengetahui hal-hal gaib seperti masa depan, nasib, dan jodoh. Padahal, menurut Islam, pengetahuan tentang hal gaib adalah hak eksklusif Allah SWT semata. Dengan mempercayai tarot, seseorang secara tidak langsung menyamakan kemampuan kartu tarot (atau pembaca tarot) dengan kemampuan Allah dalam mengetahui hal gaib.

Kedua, percaya pada tarot berarti meyakini bahwa ada kekuatan selain Allah yang dapat mempengaruhi dan menentukan nasib seseorang. Ini merupakan bentuk kesyirikan, sebab dalam Islam, hanya Allah yang memiliki otoritas penuh atas takdir manusia. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengatakan: "Orang yang mengklaim tahu perkara gaib, maka ia kafir. Orang yang membenarkan orang yang mengklaim tahu perkara gaib, ia juga kafir."

 

Ketiga, ketergantungan pada tarot untuk membuat keputusan hidup menunjukkan kurangnya tawakal (pasrah) kepada Allah. Islam mengajarkan umat untuk bergantung sepenuhnya pada Allah setelah berusaha keras, bukan pada praktik ramalan yang tidak memiliki dasar ilmiah atau agamawi.

Dari penjelasan di atas bisa disimpulkan bahwa tarot termasuk dalam kategori musyrik karena secara langsung bertentangan dengan prinsip tauhid Islam. Tidak hanya membaca tarot adalah haram, tetapi kepercayaan pada ramalan juga dapat mengeluarkan seseorang dari islam jika diyakini sebagai pengganti ajaran Allah.

Para ulama sepakat bahwa segala bentuk ramalan, termasuk tarot, harus dihindari. Sebagai umat Muslim, kita dianjurkan untuk mencari petunjuk melalui doa, shalat istikharah, dan berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Hadis, bukan pada kartu tarot yang tidak memiliki kebenaran hakiki.

(Rahman Asmardika)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement