JAKARTA - Setiap tahun, umat Islam menantikan malam pertengahan bulan Syaban yang diyakini sebagai waktu berkah untuk memohon ampunan dan rahmat dari Allah SWT. Malam istimewa ini, dikenal sebagai Nisfu Syaban atau Lailatul Bara'ah (Malam Pengampunan Dosa), menjadi momentum spiritual bagi jutaan Muslim di seluruh dunia untuk meningkatkan ibadah mereka. Pada malam ini, pintu-pintu rahmat dibuka lebar dan takdir tahun yang akan datang ditetapkan, menjadikannya waktu yang amat berharga untuk berdoa, bertobat, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia resmi dari Kementerian Agama, bulan Syaban 1447 Hijriah dimulai pada tanggal 20 Januari 2026. Dengan demikian, Malam Nisfu Syaban 2026 jatuh pada tanggal 2 Februari 2026, tepatnya pada saat terbenam matahari atau waktu Maghrib. Tanggal berikutnya dalam kalender Hijriah adalah 15 Syaban 1447 H yang bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026.
Penting untuk diperhatikan bahwa dalam kalender Hijriah, pergantian hari dimulai saat matahari terbenam (Maghrib), bukan tengah malam. Oleh karena itu, umat Islam telah memasuki Malam Nisfu Syaban sejak terbenam matahari pada hari Senin, 2 Februari 2026.
Istilah "Nisfu Syaban" berasal dari dua kata dalam bahasa Arab: "Nisfu" yang berarti setengah atau pertengahan, dan "Syaban" yang merupakan nama bulan ke-8 dalam kalender Hijriah. Dengan demikian, Nisfu Syaban berarti "pertengahan bulan Syaban."
Malam ini juga dikenal dengan berbagai nama di berbagai belahan dunia Muslim: Lailatul Bara'ah (Malam Pengampunan Dosa), Shab-e-barat (di Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan), dan Wulan Ruwah di Jawa yang berarti Bulan Arwah.
Hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA melalui Jibril menyebutkan bahwa pada malam Nisfu Syaban, Allah membuka 300 pintu rahmat dan ampunan. Rasulullah SAW bersabda: "Jibril telah datang kepadaku pada malam Nisfu Syaban lalu berkata, 'Wahai Muhammad, pada malam ini dibuka pintu-pintu langit dan pintu-pintu rahmat. Oleh karena itu, bangunlah dan dirikanlah shalat serta angkatlah kepalamu dan kedua tanganmu ke langit untuk berdoa.'"
Dalam malam istimewa ini, Allah SWT mengampuni hamba-hambanya yang memohon ampunan dan menetapkan takdir bagi tahun yang akan datang. Inilah mengapa Malam Nisfu Syaban menjadi waktu yang sangat dinanti-nantikan untuk memperbanyak amalan ibadah.
Karena Malam Nisfu Syaban jatuh pada Senin, 2 Februari 2026, umat Islam dapat mengerjakan dua amalan puasa sekaligus: puasa sunnah Senin dan puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 Syaban).
Setelah Maghrib, disunnahkan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat. Dilanjutkan dengan membaca Surat Yasin sebanyak 3 kali dengan niat yang berbeda:
Setelah membaca Surat Yasin, dianjurkan memperbanyak doa dan istighfar kepada Allah SWT dengan tulus dan penuh harap.
Doa Malam Nisfu Syaban
Doa paling utama yang dianjurkan adalah dari Kitab Maslakul Akhyar karya Syekh Sayyid Utsman bin Yahya. Berikut bacaannya:
اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ...
Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu 'alaika yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thauli wal in'ām, lā ilāha illā anta zhahral lājīna wa jāral mustajīrīna, wa ma'manal khā'ifīn...
Artinya: "Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut..."
Malam Nisfu Syaban tahun ini jatuh pada 2 Februari 2026, menawarkan kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk memperdalam hubungan spiritual dengan Allah SWT. Dengan mengamalkan puasa, shalat sunnah, membaca Surat Yasin, dan berdoa dengan tulus ikhlas, kita dapat memaksimalkan berkah dan rahmat yang Allah turunkan pada malam yang mulia ini.
(Rahman Asmardika)