Jamaah sholat Jumat yang dimuliakan Allah SWT,
Sya’ban merupakan bulan yang mulia dan penuh keutamaan. Berbagai keistimewaan terkandung di dalam bulan Sya’ban. Salah satu keutamaannya adalah bahwa Sya’ban dikenal sebagai bulan shalawat sekaligus bulan persiapan untuk memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan.
Bulan Sya’ban disebut sebagai bulan shalawat karena umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca shalawat pada bulan ini. Penyebutan tersebut berkaitan dengan turunnya ayat Alquran yang berisi perintah bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Allah Ta’ala berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya”. (Qs. Al-Ahzab: 56).
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah SWT
Ibnu Katsir dalam kitab Tafsîrul Qur’ânil ‘Azhîm juz 6 halaman 405 menjelaskan bahwa maksud ayat tersebut adalah Allah SWT mengabarkan tentang kedudukan Nabi Muhammad di hadapan penduduk langit. Pun, Allah memuji Nabi Muhammad saw di sisi para malaikat, dan para malaikat pun bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Selanjutnya, Allah Ta’ala memerintahkan penduduk bumi untuk membaca shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad saw agar seluruh pujian dari langit dan bumi berkumpul pada diri Nabi Muhammad SAW. Ayat ini sekaligus menunjukkan bahwa Allah SWT hendak menampakkan kemuliaan Nabi Muhammad SAW kepada seluruh makhluk-Nya.
Simak penjelasan Ibnu Katsir berikut:
وَالْمَقْصُودُ مِنْ هَذِهِ الْآيَةِ أَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَخْبَرَ عِبَادَهُ بِمَنْزِلَةِ عَبْدِهِ وَنَبِيِّهِ عِنْدَهُ فِي الْمَلَأِ الْأَعْلَى بِأَنَّهُ يُثْنِي عَلَيْهِ عِنْدَ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِينَ، وَأَنَّ الْمَلَائِكَةَ تُصَلِّي عَلَيْهِ، ثُمَّ أَمَرَ تَعَالَى أَهْلَ الْعَالَمِ السُّفْلِيِّ بِالصَّلَاةِ وَالتَّسْلِيمِ عَلَيْهِ، لِيَجْتَمِعَ الثَّنَاءَ عَلَيْهِ مِنْ أَهْلِ الْعَالَمِينَ: الْعُلْوِيِّ وَالسُّفْلِيِّ جَمِيعًا
Artinya: “Maksud dari ayat ini ialah Allah Swt mengabarkan kepada hamba-hamba-Nya kedudukan hamba dan Nabi-Nya kepada penduduk langit bahwa Allah memuji Nabi Muhammad di sisi malaikat-malaikatnya. Bahwa malaikat-malaikat-Nya juga bershalawat kepada Nabi. Kemudian Allah Ta’ala memerintahkan kepada penduduk dunia untuk membaca shalawat dan salam kepada Nabi, agar seluruh pujian dari keduanya berkumpul pada Nabi”.