Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bacaan Doa Buka Puasa Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 20 Februari 2026 |12:57 WIB
Bacaan Doa Buka Puasa Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Ilustrasi.
A
A
A

JAKARTA - Menyegerakan buka puasa dengan kurma atau air sambil membaca doa sunnah menjadi amalan Rasulullah SAW yang penuh berkah di bulan Ramadhan. Berikut doa-doa yang dibaca saat berbuka puasa Ramadhan. 

Doa Berbuka Puasa

Berikut doa berbuka puasa yang umum dibaca.

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Allâhumma lakas sumtu wa bika âmantu wa ‘alâ rizqika afthartu birahmatika yâ arhamar râhimin.

Artinya: "Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

Doa lain yang populer adalah doa yang diriwayatkan sahabat Abdullah bin Umar:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu watsabatal ajru in sya’allah.

Artinya: "Telah hilang dahaga, basahlah urat-uratku, dan tetaplah pahalaku insyaallah."

Adab Berbuka Puasa

Menyegerakan Berbuka Puasa

Segera buka puasa tepat setelah azan Maghrib atau matahari terbenam, tanpa menunda meski hanya sebentar, untuk mendatangkan kebaikan dan menghindari kekurangan.

 

Berbuka dengan Kurma atau Air

Sunnah pertama adalah kurma basah (ruthab) sebanyak ganjil, seperti 1, 3, atau 5 butir, sebagaimana hadits Rasulullah SAW:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ فَإِنْ لَمْ يَجِدِ الرُّطَبَ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ يَجِدْهَا فَعَلَىْ مَاءٍ

Artinya: Anas bin Malik RA berkata: "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa dengan kurma basah (ruthab) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada kurma basah, maka beliau berbuka dengan kurma kering (tamr). Dan jika tidak ada keduanya, beliau berbuka dengan (seteguk) air." (HR Abu Dawud no. 2356, shahih Al-Albani).

Shalat Maghrib Sebelum Makan Berat

Berbuka ringan dulu (kurma/air), lalu shalat Maghrib, kemudian makan hidangan utama, sebagaimana yang diamalkan oleh Rasulullah SAW.

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِبِلَالٍ اجْعَلْ بَيْنَ أَذَانِكَ وَإِقَامَتِكَ مِنْهُمَا سَاعَةً يَسِيرَةً تَكْفِي الْمَاضِي إِلَى صَلَاتِهِ فَيَتَمَ كَمَا يُحِبُّ وَالْمُؤَكِّلَ إِلَى طَعَامِهِ فَيَتَمَ كَمَا يُحِبُّ

Artinya: "Dari Jabir bin Abdullah, bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada Bilal RA: "Jadikanlah antara adzanmu dan iqamahmu jeda sejenak, yaitu sekadar waktu bagi orang yang datang untuk shalat agar menyelesaikannya dengan tenang sebagaimana ia sukai, dan sekadar waktu bagi orang yang sedang makan agar menyelesaikannya dengan tenang sebagaimana ia sukai." (HR Ahmad, shahih Al-Albani).

Makan Secukupnya dan Berbagi

Hindari makan berlebih agar qiyamul lail khusyuk; pilih makanan halal thayyib seperti madu atau susu. Berbagi hidangan iftar pahalanya setara puasa, tanpa mengurangi pahala penerima.

(Rahman Asmardika)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement