Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Makna Qiyam Ramadhan Menurut Ulama

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 24 Februari 2026 |11:58 WIB
Makna Qiyam Ramadhan Menurut Ulama
Ilustrasi.
A
A
A

Syekh Syamsuddin Al-Birmawy menyatakan;

وحملَه العُلماء على التَّراويح، ولكن لا ينحصِر فيها

Artinya; “Para ulama mengaitkan Qiyam Ramadhan dengan shalat Tarawih, namun tidak terbatas pada itu saja.”

Penjelasan yang lebih rinci disampaikan oleh Abdur Rauf al-Munawi dalam Faidhul Qadir, serta Muhammad ibn Ismail al-San'ani dalam At-Tanwir Syarh al-Jami’ ash-Shaghir. Mereka menjelaskan bahwa qiyam Ramadhan mencakup segala bentuk ketaatan di malam-malam Ramadhan, seperti membaca Al-Qur’an, shalat, berdzikir, berdoa, hingga mempelajari ilmu agama.

أي قام بالطاعة في رمضان أتى بقيام رمضان وهو التراويح أو قام إلى صلاة رمضان أو إلى إحياء لياليه بالعبادة  ...ويحصل بنحو تلاوة أو صلاة أو ذكرا أو علم شرعي وكذا كل أخروي

Artinya: “Ia melaksanakan ketaatan di bulan Ramadhan, ia menunaikan shalat Qiyam Ramadhan yaitu Tarawih, atau ia bangun dari shalat Qiyam Ramadhan, atau menghidupkan malam-malamnya dengan ibadah dan Qiyam Ramadhan ini terjadi melalui pembacaan Al-Qur’an, doa, dzikir, atau (belajar) ilmu agama, serta segala bentuk aktivitas ukhrawi lainnya.”

As-Shan’any (w. 1182 H) dalam At-Tanwir Syarah al-Jami’ as-Shaghir;

أي قام بالطاعة في لياليه من تلاوة أو صلاة أو علم شرعي أو ذكر الله

Artinya: “Ia melaksanakan ketaatan pada malam-malam Ramadhan, dengan membaca Al-Qur’an, shalat, belajar ilmu keagamaan, atau berdzikir kepada Allah.”

 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement