JAKARTA - Sholat Qobliyah Subuh merupakan sholat sunnah muakkad paling utama yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW, bahkan saat bepergian. Sholat 2 rakaat ini dilakukan setelah adzan Subuh berkumandang hingga Iqamah, menjadi pembuka keberkahan sepanjang hari sebagaimana diajarkan mazhab Syafi'i yang dianut mayoritas umat Islam Indonesia.
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallii sunnata sh-shubhi rok'ataini qabla-l fajar(i) lillahi ta'aalaa.
Arti: "Saya niat sholat sunnah Subuh 2 rakaat sebelum fajar karena Allah Ta'ala."
Niat dibaca dalam hati saat takbiratul ihram, sesuai fatwa ulama Syafi'iyah yang dominan di NU dan MUI.
Rasulullah SAW menjalankan sholat qobliyah, sebelum menjalankan sholat Subuh, sebagaimana disampaikan dalam hadits Aisyah RA:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى الْعِشَاءَ لَمْ يَدَعْ قَبْلَهُ رَكْعَتَيْنِ وَإِذَا صَلَّى الْمَغْرِبَ لَمْ يَدْعَ قَبْلَهُ رَكْعَةً وَاحِدَةً وَإِذَا صَلَّى الْفَجْرَ لَمْ يَدَعْ قَبْلَهُ رَكْعَتَيْنِ
Artinya: "Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan 2 rakaat sebelum Subuh." (HR. Bukhari-Muslim no. 1180)
Sholat Qobliyah Subuh dijalankan setelah adzan subuh berkumandang dan diakhiri sebelum iqamah sholat fardhu.
Sholat dilakukan dengan ringkas (10-15 menit), tidak terlalu lama agar tidak ketinggalan jamaah.
Hadits Nabi SAW (HR. Bukhari-Muslim):
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى الْفَجْرَ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرَ تَكْبِيرَةً كَبِيرَةً ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ أَكْبَرَ حَتَّى يَخْلُصَ إِلَى الصَّلاَةِ ثُمَّ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ
‘An Aisyah radhiyallahu ‘anhumaa qaalat: Kaana Rasulullahi shallallahu ‘alaihi wa sallam idzaa shollaa-l fajr(a) qaala-llahu akbar takbiiratan kabiirah, tsummaa yaquulu-llahu akbar hattaa yakhlu sha ilash-shalaah(i), tsumma yu shallii rok‘ataini khafiifataini.
Arti: "Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa Rasulullah SAW apabila sholat Subuh, beliau bertakbir dengan takbir besar, kemudian bertakbir lagi hingga selesai (dzikir-dzikir), kemudian beliau sholat dua rakaat secara ringkas (khafiifah).
اللَّهُمَّ إِنَّ لَكَ الْحَمْدَ لَا شَرِيكَ لَكَ، وَلَهُ الْمُلْكُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Allahumma innakal hamdu laa syariikala, wa lahul mulku laa syariikalah, wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir.
Arti: "Ya Allah, bagi-Mu segala puji, Engkau tiada sekutu..." (dibaca 15x)
Sholat qobliyah subuh adalah amalan yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW dan menjadi prioritas utama. Amalkanlah dengan istiqamah untuk keberkahan Ramadhan dan hidup.
(Rahman Asmardika)