NIAT sholat sunah rawatib banyak dicari di momen bulan Ramadan yang penuh keberkahan ini. Sholat sunah rawatib qobliyah (sebelum) dan badiyah (sesudah) adalah sholat sunah yang mengiringi sholat lima waktu dengan hukum yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Pahala yang di baliknya sangat besar.
Dijelaskan dalam riwayat dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنَ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ
"Barang siapa merutinkan sholat sunah dua belas rakaat dalam sehari, maka Allah akan membangunkan bagi dia sebuah rumah di surga. Dua belas rakaat tersebut adalah empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat sesudah zhuhur, dua rakaat sesudah maghrib, dua rakaat sesudah ‘Isya, dan dua rakaat sebelum shubuh." (HR Tirmidzi Nomor 414; Ibnu Majah 1140; An-Nasa'i 1795. Al Hafizh Abu Thahir mengatakan sanad hadis ini hasan)
Baca juga: Niat Sholat Qobliyah dan Badiyah Isya: Arab, Terjemahan Indonesia, Keutamaannya
1. Niat sholat sebelum subuh
اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Usholli sunnatash-shubhi rok'ataini qobliyyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta'aala
"Saya niat sholat sunah sebelum subuh dua rakaat, menghadap kiblat, karena Allah ta'ala."
2. Niat sholat sebelum zuhur
اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Usholli sunnatazh-zhuhri rok'ataini qobliyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta'ala
"Saya niat shalat sunnah sebelum dzuhur dua rakaat, dengan menghadap kiblat karena Allah ta'ala.
3. Niat sholat setelah zuhur
اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Usholli sunnataz-zhuhri rok'ataini ba'diyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta'aalaa
"Saya niat sholat sunah setelah dzuhur dua rakaat, menghadap kiblat, karena Allah ta'ala."
4. Niat sholat sunah setelah magrib
اُصَلِّى سُنَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Usholli sunnatal maghribi rok'ataini ba'diyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta'ala
"Saya niat shalat sunnah setelah maghrib dua rakaat, menghadap kiblat, karena Allah ta'ala."
5. Niat sholat sunah sebelum Isya
اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Ushollii Sunnatal Isyaa’i Rok’ataini Qabliyata Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala.
"Aku niat mengerjakan sholat sunah sebelum Isya dua rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala."
6. Niat sholat sunah setelah Isya
اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Ushollii Sunnatal Isyaa’i Rok’ataini Ba’diyatta Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala.
"Aku niat mengerjakan sholat sunah sesudah Isya dua rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala."
Baca juga: Humor Abu Nawas: Lolos dari Pukulan Istri Cerewet, Malah Maling yang Jadi Korban
Dilansir laman Almanhaj, niat adalah salah satu syarat sah sholat. Definisi niat adalah sengaja melakukan shplat yang akan dikerjakan dan menentukannya dengan hati, tidak disyariatkan melafazkannya. Sebab, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam sebagai panutan umat Islam tidak melafadzkannya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam langsung mengucapkan "Allahu Akbar" dan tidak membaca sesuatu apa pun sebelumnya. Beliau tidak membaca "Ushalli" dan tidak ada satu riwayat shahih pun bahkan yang lemah yang dinukil dan menerangkan bahwa beliau melakukan hal tersebut.