JAKARTA - Itikaf menjadi amalan yang kerap dijalankan pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan untuk mendapatkan dan keberkahan malam Lailatul Qadar. I’tikaf pada dasarnya adalah berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagai ibadah.
Saat berdizkir dan beribadah dalam i'tikaf, Rasulullah SAW mengajarkan doa malam Lailatul Qadar, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka 'afuwwun tuḥibb al-'afwa fa'fu 'annī
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku." (HR. Ahmad, Tirmidzi)
Doa ini dibaca berulang di malam ganjil (21, 23, 25 Ramadhan), karena Nabi SAW bersabda:
"Carilah Lailatul Qadar di malam-malam ganjil 10 akhir Ramadan" (HR. Bukhari-Muslim).
Semoga i'tikaf yang dilakukan diterima Allah SWT dan yang mengamalkannya mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar.
(Rahman Asmardika)