JAKARTA – Puasa Syawal menjadi salah satu amalan sunnah yang banyak dikerjakan umat Islam setelah Idulfitri. Ibadah ini dilakukan selama enam hari di bulan Syawal, dan pahalanya sangat besar, bahkan disebut bernilai seperti puasa sepanjang tahun.
Bagi yang ingin menjalankan amalan sunnah bernilai pahala tinggi ini, perlu memahami kapan batas akhir puasa Syawal 2026 agar tidak terlambat melaksanakannya.
Puasa Syawal merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya: “Siapa yang berpuasa Ramadan kemudian mengiringinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.”
Seperti disebutkan dalam hadits di atas, puasa Syawal dijalankan pada enam hari di bulan Syawal. Artinya, puasa sunnah Syawal dapat dimulai sejak tanggal 2 Syawal, karena tanggal 1 Syawal adalah hari Idulfitri yang diharamkan untuk berpuasa, hingga akhir bulan Syawal.
Perlu diperhatikan bahwa puasa Syawal harus dilakukan selama enam hari penuh. Jadi, yang penting bukan hanya waktunya, tetapi juga jumlah harinya harus genap enam hari agar sesuai dengan anjuran.
Menurut penanggalan Masehi, bulan Syawal 1447 H akan berakhir pada 19 April 2026. Karena itu, segerakanlah melaksanakan puasa Syawal enam hari sebelum tanggal tersebut.
Menurut penjelasan Majelis Ulama Indonesia, puasa Syawal tidak harus dilakukan secara berurutan. Seseorang boleh melaksanakannya berturut-turut, atau memisahnya di hari-hari berbeda, asalkan masih dalam bulan Syawal.
Namun, para ulama menekankan bahwa puasa Syawal lebih utama dikerjakan secara berurutan di awal bulan. Cara ini dianggap lebih baik karena lebih cepat menunaikan amalan sunnah dan menghindari kemungkinan lupa atau terlewat.
Niat puasa Syawal cukup dilakukan di dalam hati sebelum berpuasa. Sebagai puasa sunnah, niatnya tidak berbeda jauh dengan puasa sunnah lainnya. Yang terpenting adalah adanya keinginan tulus untuk beribadah kepada Allah SWT.
Bagi yang ingin melaksanakannya, puasa ini bisa dimulai setelah Idulfitri dan dilanjutkan sampai sebelum bulan Syawal berakhir. Karena batas akhirnya bergantung pada kapan Syawal selesai, umat Islam dianjurkan mencermati kalender hijriah agar tidak melewati waktunya.
(Rahman Asmardika)