“Jemaah sudah menyadari dan memenuhi ketentuan terkait pengisian koper mereka sesuai aturan,” tambahnya.
Sementara itu, layanan khusus juga disiapkan bagi jemaah lanjut usia dan jemaah dengan kebutuhan khusus. Pada kloter ketiga, tercatat terdapat 83 jemaah lansia dan tiga jemaah berkebutuhan khusus. Pihak asrama telah menyiapkan kursi roda serta jalur prioritas untuk mempercepat layanan.
“Kita tempatkan mereka di jalur fast track untuk lansia agar mereka bisa memperoleh layanan yang lebih spesial, baik dari sisi kesehatan, dokumen, maupun pembagian living cost sampai dengan pengantaran ke kamar,” jelas Zakiyudin.
Setibanya di asrama, jemaah langsung menjalani serangkaian tahapan, mulai dari skrining kesehatan, pemeriksaan suhu tubuh, hingga pengecekan dokumen. Mereka juga menerima paspor, visa, gelang identitas, serta uang saku sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Secara nasional, pemberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 2026 dimulai sejak 21 April dan dilakukan secara bertahap. Gelombang pertama dijadwalkan menuju Madinah, sementara gelombang kedua akan langsung menuju Makkah mulai 7 Mei 2026. Kuota haji Indonesia tahun ini ditetapkan sebanyak 221.000 jemaah.
(Rahman Asmardika)