Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cerita Jemaah Haji Termuda Berusia 14 Tahun dari Jakarta, Gantikan Ayahnya yang Jatuh Sakit

Yuwantoro Winduajie , Jurnalis-Rabu, 22 April 2026 |19:05 WIB
Cerita Jemaah Haji Termuda Berusia 14 Tahun dari Jakarta, Gantikan Ayahnya yang Jatuh Sakit
Yazid Rizki Bahri menjadi jemaah haji Indonesia termuda. (Foto: Yuwantoro/IMG)
A
A
A

JAKARTA - Calon jemaah haji terus berdatangan ke Embarkasi Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (22/4/2026), menjelang puncak musim haji. Salah satunya rombongan kloter ketiga yang didominasi jemaah asal Jakarta Barat.

Di antara ratusan jemaah, terdapat sosok termuda, yakni Yazid Rizky Bahri (14), pelajar kelas dua SMP Nurul Fikri Bogor, warga Kebayoran Lama. Ia berangkat ke Tanah Suci bersama ibunya. Yazid mengaku berangkat haji tahun ini untuk menggantikan ayahnya yang sakit. Meski mendapat kesempatan langka di usia muda, ia mengaku menyimpan rasa khawatir.

“Ya, ini menggantikan orang tua yang berhalangan, tidak bisa ikut ibadah haji. (Ayah) sakit permanen, cuci darah. Akhirnya diganti sama Yazid. Awalnya mau diganti sama neneknya, tapi karena neneknya sudah pernah pergi haji juga, jadi kata Ustaz mending langsung ke anaknya saja," katanya.

Ia juga mengakui ada beban tersendiri sebagai jemaah termuda. Meski termasuk beruntung dapat menunaikan ibadah haji sedini mungkin, Yazid justru merasa takut. “Perasaannya takut, soalnya takutnya selesai ibadah haji masih ingin melakukan hal-hal yang tidak sepantasnya,” katanya.

Persiapan yang dijalani pun terasa lebih berat dibandingkan umrah yang pernah ia ketahui. Yazid pun harus belajar lebih tekun. “Persiapannya agak berat, barang yang harus dibawa banyak juga. Beda sama umrah, umrah cuma barangnya tidak terlalu banyak jadi gampang. Kalau haji susah, eh ribet,” ucapnya.

Meski demikian, dukungan keluarga menjadi penguat bagi Yazid. Ia berharap sepulang dari Tanah Suci bisa menjadi pribadi yang lebih baik serta mampu menjaga ibunya. Selain itu, ia juga memiliki doa khusus yang ingin dipanjatkan. “Semoga ayah bisa sehat, bisa melawan penyakitnya. Terus bisa jadi orang yang sukses,” katanya.

 

Setibanya di Asrama Haji Pondok Gede sekitar pukul 12.00 WIB, para jemaah tampak membawa koper dan dibantu petugas untuk penataan barang. Mereka kemudian langsung menunaikan salat zuhur sebelum mengikuti rangkaian proses keberangkatan sesuai arahan panitia.

Adapun tahapan yang dijalani meliputi skrining kesehatan, pemeriksaan suhu tubuh, serta pengecekan akhir. Selain itu, jemaah juga mendapatkan pelayanan dokumen seperti pembagian paspor, visa, dan gelang identitas haji. Panitia turut menyerahkan uang saku (living cost) serta memberikan pembekalan tambahan berupa penjelasan teknis keberangkatan.

Secara nasional, jemaah haji Indonesia tahun 2026 mulai masuk asrama sejak 21 April dan akan diberangkatkan secara bertahap ke Arab Saudi. Gelombang pertama dijadwalkan menuju Madinah, sementara gelombang kedua akan langsung ke Makkah mulai 7 Mei 2026.

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah RI menetapkan kuota haji tahun 1447 Hijriah sebanyak 221.000 jemaah. Berdasarkan data aplikasi Nusuk Masar, jumlah tersebut terdiri dari 203.320 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus, sama seperti tahun sebelumnya.

(Rahman Asmardika)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement