Para petugas dibagi ke dalam 10 satuan adhoc yang masing-masing bertanggung jawab terhadap 11 hingga 13 markas atau kawasan tenda jamaah.
“Penguatan layanan ini dilakukan agar jamaah mendapatkan pendampingan, perlindungan, dan bantuan secara cepat serta terkoordinasi selama fase Mina berlangsung,” ujar Maria.
Kemenhaj turut mengimbau seluruh jamaah untuk mematuhi jadwal lontar jumrah yang telah ditentukan dan tidak memaksakan diri, terutama pada siang hari saat suhu di Mina mencapai 41 derajat Celsius.
“Kami mengimbau jamaah Indonesia untuk tidak melaksanakan lontar jumrah pada pukul 10 pagi hingga 2 siang waktu Arab Saudi guna menghindari cuaca panas dan kepadatan. Jamaah diharapkan tetap berada di dalam tenda dan mengikuti arahan petugas,” imbau Maria.
(Arief Setyadi )