"Kita berbeda karena memang seragam ini untuk memudahkan," kata Subekti, di Madinah, Arab Saudi, Senin, 23 Juli 2018. Dengan begitu, ini akan memudahkan petugas mengidentifikasi anggota kelompoknya yang tersesat.
"Kalau terpisah, bisa tahu," ujar dia.
(Baca Juga : Konjen RI Jamin Proses Pemakaman Jamaah Meninggal di Tanah Suci Tak Sampai Satu Jam)
Jamaah dari Lombok lebih nyentrik lagi, layaknya orang akan ke kantor, mereka mengenakan jas coklat, bercelana coklat dengan batik di dalamnya. Sementara jamaah asal Sulsel cukup mengenakan peci kuning dengan warna mencolok diharapkan ketika ada anggotanya yang tersesat cukup kenali dari pecinya saja.
(Erha Aprili Ramadhoni)