PENDERITA diabetes tipe 2 mungkin khawatir untuk ikut menjalankan ibadah puasa. Namun banyak juga di antara penderita diabetes tersebut, memilih untuk tetap berpuasa di bulan Ramadan.
Namun, di sisi lain berpuasa adalah kegiatan yang menantang bagi penderita diabetes tipe 2 karena mereka harus merubah pola makan dengan tetap mengontrol kadar gula darah, serta menggunakan insulin secara tepat. Oleh karena itu, perlu ada perhatian khusus untuk penderita diabetes tipe 2, khususnya dalam tata cara berpuasa agar tetap bisa menjalankan aktivitas seperti biasa dibulan Ramadan.
Sebab diketahui, untuk penyintas diabetes memang cukup banyak tantangan dan resiko yang dihadapi oleh penderita diabetes tipe 2 dalam berpuasa. Sebut saja mulai dari memburuknya kendali gula darah, hipoglikemia, hingga risiko akan dehidrasi.
Di saat menahan lapar dan dahaga dalam berpuasa, penderita diabetes tipe 2 memiliki resiko terjadinya hipoglikemia, dan ketika berbuka puasa mereka terpapar resiko meningkatnya kadar gula darah. Puasa di bulan Ramadan dapat berpengaruh terhadap penurunan berat badan dan perubahan komposisi tubuh, seperti bertambahnya jaringan Iemak bertambah dan berkurangnya jumlah massa otot yang mempengaruhi penurunan jumlah dan sensitivitas insulin.
Lalu dengan sederet penjelasan di atas, sebetulnya apakah penyintas diabetes boleh untuk berpuasa layaknya orang normal lainnya? Sebagaimana dijelaskan oleh Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD, KEMD, FINA, selaku dokter penyakit dalam, para penyintas diabetes tidak perlu merasa khawatir dalam menjalankan ibadah puasa, sebab pada dasarnya puasa di bulan Ramadan sebagaimana mestinya boleh-boleh saja dilakukan.