Aman Puasa Ramadan bagi Penderita Diabetes Tipe 2, 4 Hal Wajib Diperhatikan

Pradita Ananda, Jurnalis
Jum'at 10 Mei 2019 05:02 WIB
Penderita Diabetes Tipe 2 (Foto: Boldsky)
Share :

“Pada dasarnya, penderita diabetes tipe 2 boleh saja berpuasa. Namun, mereka juga harus paham mengenai tantangan dan resiko yang dihadapi selama menjalankannya. Pasien diabetes tipe 2 diminta untuk tidak terlalu mengubah drastis pola makan, disarankan untuk mendapatkan asupan karbohidrat kompleks saat sahur dan karbohidrat sederhana saat berbuka,” papar Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, saat ditemui Okezone, Kamis (9/5/2019) dalam acara “Diabetes dan Ramadan by Novo Nordisk” di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

Dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan, Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo menambahkan para penyintas diabetes memiliki pantangan untuk dikonsumsi, yang mana sebaiknya dituruti agar ibadah puasa bisa dijalani dengan aman tanpa gangguan.

“Selain itu, mereka juga wajib menghindari makanan siap saji, gorengan, serta makanan dan minuman bergula serta selalu patuh pada kalori yang boleh dikonsumsi. Selain itu, pasien juga dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter agar mengetahui solusi terbaik baik dari segi pola makan dan pengobatan selama berpuasa," tambah Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo.

Dijelaskan lebih lanjut, agar penyintas diabetes tipe 2 dapat tetap sehat dalam menjalankan puasa, idealnya ada tatalaksana diabetes yang semuanya dirangkum dalam empat pilar pengendalian diabetes. Empat pilar tersebut pertama adalah edukasi, pemahaman yang menyeluruh mengenai penyakit diabetes. Kedua, pengaturan makan dengan jumlah yang sudah ditentukan serta menghindari makan berlebihan dan berlemak tinggi.

Ketiga, melakukan kegiatan jasmani secara rutin yang dapat dilakukan sehari-hari misalnya berjalan kaki, menggunakan tangga, bersepeda, dan berenang atau dengan kata lain tipe olahraga yang berirama. Keempat adalah terapi farmakologi yang terdiri dari obat oral dan bentuk suntikan. Tujuan tatalaksana pasien diabetes tipe 2 ini adalah membantu menurunkan kadar glukosa darah menjadi normal atau mendekati normal, sehingga mencegah terjadinya komplikasi pada pasien.

(Renny Sundayani)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya