Salah satu dari mereka menjawab.
“Begini, Syeh. Ketika kami ingin sesuatu makanan, kami akan salat lalu kami meminta kepada Allah dengan bertawassul melalui Syeh Abdurrahman Bajalhaban, seorang wali yang saleh diangkat derajatnya oleh Allah karena kesabarannya menghadapi istrinya. Beliau tinggal di dekat pegunungan ini.”
Syeh Abdurrahman pun takjub mendengar penjelasannya. Ternyata selama ini beliau dikenal orang sebagai wali yang sabar menghadapi istri.
“Bagaimana dengan Anda Syeh?
Syeh Abdurrahman pun menceritakan bahwa dirinya adalah orang yang mereka tawasuli. Kedua orang ini langsung sungkem kepada Syeh Abdurrahman. Beliau lalu pulang dan menceritakan kewaliannya kepada istrinya. Mendengar hal itu, istrinya menjadi lebih lembut dan makin melunak.
Pengajar di Institut Keislaman Abdullah Faqih Manyar Gresik, Jawa Timur, Rizal Mubit mengatakan, dari kisah tersebut kita bisa mendapatkan kesimpulan bahwa memiliki istri yang cerewet bila disikapi dengan positif akan berdampak positif pula. Cerewetnya seorang istri bisa jadi memang sudah sunnatullah dan semoga pada suatu saat bisa meluluhkan kluarga dengan hati yang lembut. (DRM)
(Muhammad Saifullah )