Nabi Yunus tidak minta selamat karena malu merasa punya salah, cukup memuji saja kebesaran Allah. Dengan pujian tasbih seperti itu, Allah Maha Mendengar dan mengerti keinginannya. Ikan paus itu lalu berenang ke tepi lautan lalu beliau dimuntahkan ke dekat pantai kemudian selamat.
Falaulâ annahû min al-musabbiḥīn, andai Nabi Yunus itu tidak bertasbih, lalabiśa fī bațnihī ilâ yaumi yub´aśûn, maka ikan itu akan menelan masuk dan hancur di situ seterusnya. Ini menunjukkan betapa sentuhan-sentuhan tasbih itu bisa didengar oleh Allah. Sebab memang sebelumnya manusia itu disentuh diberi peranti-peranti mendengar.
Subḥânallâh, barangkali contoh ini terlalu besar. Terlalu teologis karena pelakunya adalah seorang nabi. Saat krisis seperti itu maka umat manusia diwajibkan menghubungi Allah dengan cara bertasbih memuliakan kebesaran-Nya. (DRM)
(Abu Sahma Pane)