MEMBACA Alquran merupakan salah satu amalan yang imbalannya adalah pahala yang sangat besar. Oleh karena itu banyak Muslim berlomba-lomba membaca kita suci ini.
Hanya saja perlu diketahui bahwa membaca Alquran sebaiknya dilakukan secara hikmat. Sementara dikutip dari laman Jatman pada Sabtu (16/11/2019), ada tiga macam penghidmat Alquran.
Pertama mereka yang berkhidmat kepada Alquran karena kecintaannya kepada Alquran. Tidak mengharap upah apapun dari pekerjaannya. Bahkan menolaknya. Inilah maqam al Anbiya’ atau khawashul khawash. Firman Allah:
أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ هَدَى ٱللَّهُۖ فَبِهُدَىٰهُمُ ٱقۡتَدِهۡۗ قُل لَّآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ أَجۡرًاۖ إِنۡ هُوَ إِلَّا ذِكۡرَىٰ لِلۡعَٰلَمِينَ
“Mereka itulah (para nabi) yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak meminta imbalan kepadamu dalam menyampaikan (Alquran).” Alquran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk (segala umat) seluruh alam.” (Surat Al-An’am, Ayat 90).
Ilustrasi. Foto: Istimewa
Pengkhidmat Alquran kedua, mereka yang berkhidmah kepada Alquran, dia tidak mengharapkan imbalan apapun dari kerjaannya. Tapi tidak menolak pemberian, bahkan memberi santunan atau bea siswa bagi santri-santrinya. Ini maqam ulama, para kiai atau maqam khawash.