Perjuangan Berat Putri Rasulullah Zainab al-Kubra, Terpisah dari Suami Demi Pertahankan Iman

Suherni, Jurnalis
Jum'at 06 Desember 2019 18:20 WIB
Menempuh perjalanan terjal di padang pasir (Foto: {
Share :

Adapun kaum Quraisy mulai dan semakin keras dalam memusuhi Rasululah SAW. Kaum Quraisy selalu mengintai Siapa saja yang menjadi pengikut Islam untuk menimpakan siksa dan tekanan kepada mereka, menjauhkan mereka dari harta benda dan rumah-rumah mereka, hingga terjadi pemboikotan mengerikan yang tercatat dalam sebuah lembaran dan digantungkan di pintu Kakbah.

Rasulullah bersama kaum mukminin tinggal di suatu daerah atau lembah yang wilayahnya dikuasai oleh Abu Thalib, di luar Makkah. Mereka tinggal di sana dalam pemboikotan yang berlangsung kurang lebih selama tiga tahun.

Enam bulan setelah catatan pemboikotan itu hancur, paman Rasulullah, Abu Thalib, meninggal dunia. Selanjutnya, tiga hari kemudian, Ummul Mukminin Khadijah al-Kubra, ibu dari para putri Rasulullah SAW, menyusul berpulang ke rahmatullah.

Matahari telah tenggelam di balik pegunungan Makkah. Rasulullah bergegas menuju rumah Ummi Hani' untuk bermalam di sana. Rasulullah berjalan dengan hati yang memendam kesedihan.

Beliau tidak sanggup untuk melewatkan malam itu di rumahnya sendiri setelah kehilangan sang istri nan suci, Khadijah, meski telah kembali menikah dengan Saudah binti Zam'ah.

Demikian pula para putri beliau berusaha keras untuk memberikan ketenangan Kepada sang ayah yang penyabar dan sedang berduka itu. Namun, duka dan kesedihan yang bergejolak dalam hati semakin menambah kasih sayang beliau kepada para putri dan istrinya yang menutup diri setelah kehilangan mutiara termahal nan suci, Ummul Mukminin Khadijah ra.

Dalam perjalanan dakwah Rasulullah menyerukan agama Islam, kaum Quraisy tidak pernah berhenti untuk memburu dan menyiksa beliau agar mau meninggalkan Islam yang beliau emban.

Suatu ketika, pagi Makkah tanpa keberadaan Muhammad s.a.w. dan sahabat setianya Abu Bakar ash-Shiddiq. Hari itu perstiwa hijrah telah terjadi. Rombongan hijrah mengarungi padang pasir di tengah kegelapan malam.

Langit berhias bintang-bintang hingga sepanjang perjalaian pada malam hari itu mereka bisa menyaksikan keindahan alam semesta yang belum pernah mereka saksikan. Hati mereka menjadi jernih dan pikiran menjadi terang.

Dalam sekejap, Allah SWT membukakan rahasia kerajaan langit dan bumi kepada mereka. Sesuatu yang tidak pernah mereka ketahui selama tahun-tahun panjang dari umur mereka yang telah berlalu.

Rasulullah melakukan hijrah diikuti oleh semua sahabat dan semua orang yang beriman kepada beliau. Demikian juga halnya para putri Rasulullah, Fathimah, Ummu Kultsum, dan Ruqayyah, yang hijrah menyusul sang ayah Muhammad.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya