Perjuangan Berat Putri Rasulullah Zainab al-Kubra, Terpisah dari Suami Demi Pertahankan Iman

Suherni, Jurnalis
Jum'at 06 Desember 2019 18:20 WIB
Menempuh perjalanan terjal di padang pasir (Foto: {
Share :

Alhasil, enam tahun kemudian, takdir menghendaki membuka hati Abu al-'Ash untuk menerima agama Islam yang hanif. la pun hijrah ke Madinah menjumpai Rasulullah menyatakan syahadat di hadapan beliau sekaligus mengumumkan bahwa dirinya telah menjadi pemeluk agama yang benar, agama yang diturunkan dari langit dengan membawa hidayah dan cahaya.

Zainab mendengar kabar tentang kedatangan sang suami, Abu al-'Ash, ke Madinah dan menjadi pengikut agama Islam. Ia pun terheran-heran, tetapi hatinya merasa lega dan wajahnya berseri.

Zainab hanya terdiam dengan penuh kebahagiaan dan kegembiraan. Seluruh alam di sekitarnya tenggelam dalam ketenangan nan khusyuk.

Zainab hanya duduk sambil menanti kabar keislaman dan kedatangan sang suami, Abu al-'Ash, ke Madinah.

Begitu sang suami tiba, Zainab segera menyambutnya dengan suka cita dan berkata, "Selamat wahai Abu Ali dan Umamah!"

Sementara itu, suara Rasulullah SAW sedang bergema memenuhi penjuru Madinah dengan lantunan takbir. Beliau mengumandangkan takbir di dalam masjid, diikuti oleh para jamaah.

Setelah mampu menguasai hatinya dan menghimpun segenap tenaga, Zainab melangkah menuju pintu lalu berseru sekeras-kerasnya, "Wahai manusia, sesungguhnya aku telah memberi perlindungan kepada Abu al-'Ash ibn Rabi'." Suara Zainab itu menggema ke seluruh sudut rumah.

Ketika Rasulullah mengucapkan salam sesudah salat, beliau berpaling kepada jamaah dan bertanya, "Wahai manusia, apakah kalian mendengar apa yang aku dengar?"

Mereka menjawab, "Benar wahai Rasulullah, kami telah mendengarnya."

Rasulullah SAW kemudian bersabda, "Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, aku tidak mengetahui sedikit pun tentang hal itu sebelum aku mendengar apa yang kalian dengar."

Beliau melanjutkan, "Sesungguhnya, ia memberi perlindungan kepada kaum muslimin terdekat dan kita telah melindungi orang yang memberi perlindungan kepadanya."

Sudah selesai melaksanakan salat, Rasulullah menemui Zainab. Beliau mendapati suami Zainab telah berada di sana. Dengan suara penuh harap dan menghiba, Zainab berbicara kepada Rasulullah, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu al-'Ash ini saat dekat adalah keponakanmu dan jika jauh, ia adalah ayah dari anak-anakku. Kini aku telah memberi perlindungan kepadanya."

Beberapa waktu kemudian, Rasulullah memanggil sang putri dengan sikap punuh belas kasih karena terkesan atas sikap Zainab tersebut. Beliau pun kembali mempersatukan Zainab dengan Abu al-Ash setelah beliau yakin akan keislaman Abu al-'Ash dan kasih sayangnya kepada Zainab serta keinginannya agar beliau mengembalikan sang istri kepadanya.

Ada yang mengatakan bahwa Rasulullah mengembalikan Zainab kepada suaminya menurut pernikahan sebelumnya. Namun, ada pula yang mengatakan bahwa Zainab dikembalikan kepada suaminya dengan akad pernikahan baru.

Satu tahun berselang semenjak pasangan suami istri itu kembali bertemu, kini mereka kembali mesti berpisah. Namun, perpisahan yang kali ini mereka hadapi adalah perpisahan untuk selamanya.

Zainab telah lebih dahulu berpulang ke rahmatullah pada tahun 8 H. Zainab wafat sesudah menderita sakit yang begitu lama sejak mengalami keguguran di tengah padang pasir saat melakukan perjalanan hijrah dari Mekah menuju Madinah.

Kematian Zainab menjadi musibah besar bagi sang suami. Abu al-'Ash mendekati jenazah Zainab seraya mengucapkan salam perpisahan dengan air mata berlinang hingga membuat semua orang yang hadir ikut menangis.

Rasulullah SAW datang dengan penuh kesedihan dan air mata yang berlinang. Beliau mendoakan dan menyerahkan sang putri kepada Allah SWT lalu memerintahkan kepada para wanita yang ada ketika itu: "Mandikanlah jenazahnya dengan jumlah ganjil: tiga atau lima kali. Berikanlah kapur untuk perjanalannya ke akhirat."

Kisah ini dikutp dari Buku Biografi 39 Tokoh Wanita Pengukir Sejarah Islam, karya Dr. Bassam Muhammad Hamami.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya