Setia kepada pasangan adalah salah satu kunci dijauhkan dari perselingkuhan, dan membuat rumah tangga Islami menjadi lebih harmonis. Khususnya terhindar dari godaan-godaan setan lainnya.
"Pertama, dimulai dari diri sendiri. Istri berharap suami setia, istrinya yang juga harus setia kepada pasangan, begitu juga sebaliknya," kata Dai Muda Nahdatul Ulama, Ustadz M Najmi Fathon saat dihubungi Okezone belum lama ini.
Allah berfirman,
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Qul ing kuntum tuḥibbụnallāha fattabi'ụnī yuḥbibkumullāhu wa yagfir lakum żunụbakum, wallāhu gafụrur raḥīm
Artinya: "Katakanlah 'Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu'. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Kedua, kata Najmi, tumbuhnya rasa saling mempercayai. Jika kecurigaan mulai muncul hal tersebut perlu dihindari, mengingat pasangan suami-istri harus saling percaya.
"Jadi kalau dalam rumah tangga sudah timbul benih-benih saling mencurigai itu berbahaya. Tumbuhkan sikap saling mempercayai, ketika ada informasi apapun, jangan menuduh terang-terangan tapi kita tabayun dulu," ujarnya.