Baca juga: Masjid Al-Aqsa Jadi Kiblat Pertama Umat Islam Sebelum Ka'bah
Artinya: “Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Alquran). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah). Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atasMu. Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran.” (HR. Muslim no. 2713).
Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, bahwa utang adalah beban yang akan ditanggung manusia hingga akhirat. Besar kecilnya utang wajib dilunasi kepada seseorang yang memberi utang, sehingga di akhirat kelak ketika dihisab akan diringankan.
"Utang itu wajib dilunasi, karena bebannya akan sampai dibawa ke akhirat. Jangan sampai jalan kita terhalang oleh utang," terangnya.