Kesetiaan Khadijah kepada Nabi Muhammad hingga Akhir Hayat

Novie Fauziah, Jurnalis
Kamis 30 Juli 2020 21:03 WIB
Ilustrasi (Foto: Pinterest)
Share :

Khadijah adalah orang pertama yang masuk Islam. Dengan hartanya, ia menyokong suaminya berdakwah pengikut Nabi Muhammad pun bertambah. Namun, mereka harus menghadapi ancaman kekerasan dari kaum Quraisy Makkah.

Salah satu pengikut Nabi Muhammad, yaitu seorang perempuan bernama Umayyah, dipaksa kembali menyembah berhala. Parahnya lagi ia disiksa dengan kejam. Tetapi hatinya tidak tergoyahkan. Umayyah gugur ketika Abu Jahal menghujamkan pisau ke tubuhnya. Khadijah menyaksikan peristiwa itu dengan mata kepalanya sendiri.

Dalam masa pemboikotan, kaum muslimin dikucilkan secara sosial dan ekonomi. Khadijah turut merasakan penderitaan akibat kesewenang-wenangan para penyembah berhala itu. Meski demikian, ia tetap sabar dan setia mendampingi Nabi Muhammad.

Tiga tahun sebelum kaum muslimin hijrah ke Madinah, Khadijah meninggal dunia. Sepeninggal istrinya, Nabi Muhammad tetap setia mengenangnya lalu bersabda: "Pada saat semua orang mengusir dan menjauhiku, dia beriman kepadaku. Saat semua orang mendustakan aku, ia meyakini kejujuran ku. Pada saat semua orang menyisihkan ku, ia menyerahkan seluruh harta kekayaannya kepadaku,"

Dari sini bisa dipetik pelajaran bahwa Khadijah binti Khuwailid adalah istri yang setia, sabar, dan salehah. Dia juga banyak berperan dalam perkembangan dan kemajuan dakwah Islam.

"Memiliki istri salehah adalah dambaan setiap suami. Istri salehah memiliki akhlak mulia. Ia pandai menjaga diri, sabar dalam setiap kesulitan, dan menjadi penyejuk bagi suami kala menghadapi berbagai masalah," kenang Rasulullah.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya