JAKARTA - Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-1 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tahun 2021 mengingatkan pemerintah agar lebih berhati-hati lagi di dalam menuliskan buku sejarah Indonesia modern.
Menurut Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, penulisan sejarah harus sesuai dengan fakta dan data. Jangan didasarkan kepada kepentingan politik golongan dan pertimbangan yang menguntungkan kelompok tertentu.
Baca Juga: Masjid Istiqlal Gunakan Panel Surya, Hemat Biaya Listrik dan Ramah Lingkungan
"Dalam soal penulisan sejarah perjuangan bangsa Indonesia, Pemerintah khusunya Kemendikbud RI hendaknya berhati-hati dalam menulis buku sejarah," katanya di Jakarta, Kamis (26/8/2021).
Dijelaskan dia, usaha pembelokan sejarah akan mengaburkan fakta-fakta sejarah dan menggantinya dengan cerita fiktif. Hal ini sangat membahayakan masa depan anak bangsa, terutama dalam pengetahuannya tentang sejarah.