Jalinan pertemanan yang terus berlangsung membuat Syekh Wasim Kempson tertarik mempertanyakan Islam. Misalnya tentang ibadah sholat.
Tapi dia tidak lantas mendalami Islam seutuhnya. Selama satu tahun, Syekh Wasim Kempson coba mempelajari kembali antara Islam dan agamanya terdahulu.
Mulai pergi ke rumah ibadahnya dulu hingga melihat ceramah ulama pun terus dia lakukan. Sampai suatu saat Syekh Wasim Kempson bertemu pria Mesir.
Ridwan maupun teman-teman Muslim lainnya biasa belajar agama Islam pada pria itu di kawasan London Utara. Suatu hari Syekh Wasim Kempson mengikuti Ridwan ke rumah si pria Mesir.
Baca juga: Kisah Mualaf Rapper Napoleon Mirip Umar bin Khattab, Dulu Benci tapi Kini Mencintai Islam
"Sekitar 2 jam doa hanya berbicara tentang agama, tujuan hidup, dan setelah itu saya benar-benar terpesona," ujar Syekh Wasim Kempson.
Usai mengikuti materi seputar Islam, hatinya makin bergejolak. Dirinya bingung bukan main dan masih perlu waktu untuk berpikir matang.
Ternyata Syekh Wasim Kempson mulai terpikir melangkah ke dalam ajaran agama Islam. Dia melalui waktu selama 3 bulan untuk memikirkan keputusan terbaik.
Hingga pada akhirnya hari itu tiba. Hari ketika Syekh Wasim Kempson mantap memeluk Islam. Ridwan menuntun dia ke sebuah masjid serta bertemu sang imam.
Baca juga: Gara-Gara Nonton Film Malcolm X, Bule Amerika Ini Mantap Masuk Islam
"Ketika berjalan terasa sangat tenang dan saya merasa seolah-olah saya berada di tempat yang diinginkan di tempat ini. Jadi saya berkata kepadanya, 'Saya ingin menjadi Muslim'," tuturnya.
Dengan senang hati Ridwan mengantarkan Kempson ke hadapan imam. Dilontarkannya keinginan Kempson untuk menjadi mualaf.
Tanpa butuh waktu lama, Syekh Wasim Kempson mengucap dua kalimat syahadat. Adapun menurut dia, peristiwa itu sudah terjadi bertahun-tahun lamanya, tepatnya Oktober 1994.
Allahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)