“Kami bekerja dengan mitra untuk memperkaya pengalaman budaya setelah melakukan ritual dan mengembangkan serta mengaktifkan situs sejarah Islam yang terkait dengan biografi Nabi,” imbuhnya.
Kerajaan, kata dia, sedang mengerjakan rehabilitasi 100 situs sejarah Islam selama beberapa tahun mendatang. Al-Rabiah juga menunjukkan bahwa Kerajaan menginvestasikan lebih dari SR200 miliar untuk infrastruktur perluasan Masjidil Haram, yang menjadikannya proyek konstruksi terbesar dalam sejarah.
“Kami tidak mengabaikan pembangunan sarana dan prasarana, dan kami telah bekerja sama dengan mitra kami untuk meningkatkan kapasitas kursi,” katanya.
“Kami mendirikan bandara terbesar di Kerajaan dengan lebih dari SR40 miliar untuk melayani para jamaah, yaitu Bandara King Abdulaziz,” tambahnya.
Kemudian, membangun Haramain Express Train menelan biaya lebih dari SR64 miliar, yang menghubungkan Makkah dan Al-Madinah. Salah satu dari lima rukun Islam, haji harus dilakukan oleh semua Muslim yang memiliki sarana setidaknya sekali dalam hidup mereka.