MAKKAH - Rapat Tim Pengawasan Pelaksanaan Ibadah Haji Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) bersama Menteri Agama (Menag) bahas persiapan pelaksanaan puncak haji untuk jamaah Indonesia. Salah satu fokusnya terkait penanganan terhadap jamaah lansia yang menjadi tagline haji 2023 yaitu Ramah Lansia.
Dalam pertemuan tersebut terungkap data 300 jamaah yang akan diikutkan dalam safari wukuf. Ketua Komisi VIII Ashabul Kahfi secara umum memberikan apresiasi terhadap Kementerian Agama (Kemenag) dan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) termasuk kemenkes.
"Timwas telah bekerja keras memastikan pelaksanaan ibadah haji yang dalam penilaian kami sudah berjalan cukup baik," kata Ashabul Kahfi dalam pertemuan tersebut.
Timwad DPR RI terdiri dari 40 orang yanf dikelompokkan ke dalam 5 kelompok. Pertama pemondokan, agar akomodasi aman, aspek katering, kesehatan, transportasi dan SDM petugas haji.
Dalam pertemuan tersebut Timwas juga membahas kesiapan puncak haji. Mulai kesiapan wukuf yang masuk dalam rangakain Armuzna, terkait kesiapan tenaga medis dan fasilitas kesehatan, sanitasi, ketersediaan air dan makanan kemudian ketersediaann yang memadai.
"Termasuk tenda untuk 300 jamaah yang akan disafari wukufkan baik dari Madinah maupun Makkah. Juga untuk badal haji, 1 orang 1 saja yang dibadalkan. Intinya persiapan armuzna diperhatikan skemanya dan kesiapannya," tambah Ashabul.