Aliya berangkat bersama suaminya, Hasan, yang juga menggunakan kursi roda. Dia pun tak mau jauh-jauh dengan sang suami. Saat pertama kali naik kursi roda, dia langsung menanyakan posisi suaminya. Demikian juga saat hendak naik bus, dia memastikan suaminya ada di dekatnya. "Bapak di mana?" tanyanya ke petugas. "Ada di belang, Ibu," jawab petugas.
Kegembiraan juga dikemukakan jemaah kakak-adik, dari Pondok Bambu, Jakarta, Ken Sofira (lahir 3 Maret 1978) dan Ken Arifina (lahir 13 September 1979). Keduanya mengucapkan rasa syukur yang mendalam atas kesempatan menunaikan ibadah haji tahun ini. Penantian panjang selama 12 tahun sejak mendaftar pada tahun 2012 akhirnya terbayarkan dengan momen spesial ini.
"Perasaan saat landing, akhirnya Allah berikan kemudahan untuk dapat kursi haji tahun ini. Semoga menjadi mabrur," ungkap Fira, sapaan akrab Ken Sofira.
Bersama dengan kloter JKG 04, Fira dan Fina, sapaan akrab Ken Arifina, berangkat dari Pondok Bambu menggunakan KBIH Al Anshoriyah. Kemiripan wajah dan fisik mereka yang hampir identik sering membuat orang sekitar sulit membedakan.
Dia lalu memuji kinerja petugas haji yang begitu sigap melayani. "Kami bersyukur atas pelayanan yang luar biasa dari petugas haji.
Dari Asrama Pondok Gede, PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) sangat cekatan, responsif, dan ramah. Mereka mengerjakan tugasnya dengan penuh dedikasi dan ketulusan. Kami sangat bersyukur mendapatkan pelayanan terbaik dari mereka," tutur Fina.
(Fahmi Firdaus )