Anggota Amirul Hajj, Alissa Wahid, menambahkan, bahwa belum selesainya distribusi kartu nusuk membawa dampak negatif bagi jamaah Indonesia, terutama yang belum memilikinya.
Sebab, ternyata kartu nusuk tidak hanya diperlukan saat pelaksanaan ibadah puncak haji di Armuzna, namun juga saat masuk ke Masjidil Haram. Oleh karena itu, dia meminta kepada mashariq untuk benar-benar memperhatikan masalah ini.
”Banyak jamaah Indonesia yang sempat berurusan dengan pihak keamanan karena saat diminta kartu nusuknya, tapi tak bisa menunjukkan. Akibatnya, mereka tak bisa masuk masjid (Masjidil Haram),'' katanya.
(Fahmi Firdaus )