Doa ini sangat singkat, tetapi maknanya sangat dalam. Pada malam yang begitu mulia, Nabi tidak mengajarkan doa yang panjang atau permohonan duniawi yang banyak. Justru yang diajarkan adalah memohon ampunan kepada Allah. Ini menunjukkan bahwa ampunan Allah adalah karunia terbesar yang dapat diraih pada malam tersebut.
Hal inilah yang membuat Rasulullah SAW sangat berwaspada pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Dengan harapan mendapatkan malam Lailatul Qadr yang ditempuh dengan cara ber-i'tikaf.
(Rahman Asmardika)