JAKARTA - Sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, umat Islam biasa mengisinya dengan kegiataan ibadah demi mengejar keberkahan malam Lailatul Qadar, malam yang lebih utama dari 1.000 bulan. Doa-doa yang dipanjatkan di waktu ini disebut akan mustajab dan berkah.
Lantas kapan waktu paling baik untuk berdoa di malam Lailatuq Qadar? Berikut beberapa dalil mengenai perkiraanya.
Sepertiga malam akhir diyakini menjadi waktu yang mustajab untuk berdoa di malam Lailatul Qadr. Dalam surat Al-Qadr ayat 5 Allah berfirman :
سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Salāmun hiya ḥattā maṭla'il-fajr
Artinya: "Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."
Hadis Nabi Muhammad SAW tentang sepertiga malam:
يَتَجَاوَلُ رَبُّنَا كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ
Yatajaawalu rabbuna kullailailatin ilas samaa'id dunyaa hattaa yabqaa tsulutsul lailiil aakhir fa yaquulu man yad'unii fa astajiib lah
Artinya: "Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam ketika sepertiga malam yang terakhir tinggal sedikit lagi, kemudian Ia berfirman: 'Siapa yang memohon kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan?'" (HR. Muslim)
Malam Lailatul Qadr kemungkinan hadir pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW:
ابْتَغُوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ وَالْعَشْرِ الْوُسْطَىٰ فِي الْلَّيَالِي الْوَتْرَ
Ibtaghuw lailatal qadri fil 'asyral aakhirati min Ramadhaana wal 'asyral wushtha fiil lailil witr
Artinya: "Carilah Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama malam-malam ganjil." (HR. Bukhari)
Rasulullah SAW membaca doa khusus kala malam Lailatul Qadar, yang diajarkan beliau kepada Aisyah RA
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini singkat, tetapi maknanya sangat dalam. Pada malam yang begitu mulia, Nabi tidak mengajarkan doa yang panjang atau permohonan duniawi yang banyak, tetapi mengajarkan untuk memohon ampunan kepada Allah SWT.
(Rahman Asmardika)