5 Keutamaan Puasa Sunnah 6 Hari di Bulan Syawal

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 27 Maret 2026 16:05 WIB
Ilustrasi.
Share :

JAKARTA - Setelah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh pada Ramadhan, umat Islam memiliki kesempatan besar untuk menyempurnakan momentum spiritual dan melengkapi ibadahnya dengan puasa enam hari di bulan Syawal. Meski hukumnya sunnah, puasa Syawal memiliki keutamaan besar dan dianjurkan untuk dijalankan oleh umat Islam.

Berikut lima keutamaan puasa sunnah Syawal:

1. Pahala setara puasa satu tahun 

Puasa sunnah Syawal membuka peluang bagi umat Islam untuk memperoleh pahala setara dengan puasa setahun penuh, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadis berikut:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka seakan-akan ia berpuasa satu tahun penuh.” (HR. Muslim).

Dengan total 30 hari puasa Ramadhan ditambah enam hari Syawal, banyak ulama menjelaskan bahwa pahalanya dihisab oleh Allah seperti seseorang menunaikan ibadah puasa setiap hari selama satu tahun penuh.

2. Penyempurna ibadah puasa Ramadhan 

Puasa Syawal juga berperan sebagai penyempurna puasa Ramadhan, mirip dengan salat sunnah rawatib yang menyempurnakan salat fardhu.

 

Dengan mengiringi puasa Ramadhan dengan puasa enam hari Syawal, seseorang dapat menutup kekurangan kecil dalam ibadah Ramadhan sekaligus menguatkan kebiasaan berpuasa yang sudah terbentuk sebulan penuh.

3. Menjaga kestabilan ibadah rutin 

Umat Islam biasanya mulai lebih santai menjalankan ibadah setelah merayakan Idulfitri pasca ibadah di bulan Ramadhan yang intens. Puasa Syawal membantu menjaga ritme ibadah agar tidak langsung menurun drastis dari puncak Ramadhan.

Dengan melanjutkan enam hari puasa, umat tetap terlatih menjaga kewajiban dan sunnah, seperti salat, tilawah, dan sedekah, secara berkelanjutan.

4. Bentuk syukur atas kemampuan menunaikan Ramadhan 

Puasa Syawal juga dipahami sebagai bentuk syukur kepada Allah karena diberi kesempatan menunaikan ibadah Ramadhan hingga selesai. Ibadah dengan puasa sunnah ini menunjukkan hati yang masih merindukan kebaikan dan tidak terburu-buru meninggalkan ketaatan setelah Ramadhan berlalu.

 

5. Menjaga hati agar tidak jauh dari takwa 

Pasca-Ramadhan, banyak orang rentan kembali ke kebiasaan buruk atau merasa “libur” dari ibadah. Melalui puasa Syawal, umat diingatkan untuk terus menjaga kendali diri, meminimalisasi godaan maksiat, dan menjaga pola hidup yang lebih sehat serta penuh takwa.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya