MADINAH- Program dokter blusukan yang digagas oleh Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) berjalan lancar. Dalam kunjungan perdananya di sektor satu Madinah itu, tim dokter terpaksa harus mengevakuasi satu pasien yang dirawat intensif.
Ketua Tim Blusukan, Zam Zanariah, mengatakan, dalam kunjungan kali ini tim terpaksa mengevakuasi satu pasien asal JKS 32. Pria yang berinisial MLW (61) itu terindikasi menderita maag akut.
“Bapak MLW harus mendapat perawatan di sektor karena mual dan muntah akibat maag akut, apalagi ditambah agak demam,” kata Zam saat melakukan blusukan ke Hotel Barakat Andalus, Sabtu (26/10/2013) malam.
Selain itu, tim juga mendapati sejumlah jamaah yang memiliki risiko tinggi mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi. “Mereka karena berusia lanjut, alhamdulillah mereka baik-baik saja,” tuturnya.
Ada satu jamaah berinisial FTN yang menderita stroke saat berada di Armina. “Dia juga kondisinya sudah bisa jalan, semua masih baik-baik saja,” tandasnya.
“Alhamdulillah, dengan cara jemput bola itu kita bisa mendapatkan kasus-kasus yang harus bisa ditangani lebih cepat lagi sebeulm lebih parah. Jemput bola ini dikhususkan untuk jamaah yang direncanakan akan kembali ke Indonesia agar mereka dalam perjalanan tidak sakit,” harapnya.
Pantauan Okezone, kedatangan dokter blusukan itu membantu dokter di kloter. Mereka mengeluarkan jamaah yang dinilai memiliki risiko tinggi akan mendapat perawatan yang lebih baik lagi.
Dalam hitungan menit, setidaknya lebih dari lima pasien yang diperiksa dua dokter dan dua perawat tersebut. Meski demikian, dokter kloter sempat panik dengan kedatangan para dokter itu.
Mereka harus menyiapkan data medis pasien saat tim BPHI melakukan perawatan. Suasana ruang pengobatan di BPHI pun berubah menjadi ramai karena banyak jamaah yang ingin memeriksakan kesehatannya.
(Kemas Irawan Nurrachman)