Sementara Totok Suwarto, Station Manager Garuda Indonesia juga sampaikan jika saat kepulangan jamaah haji tahun ini dimungkinkan akan terjadi keterlambatan hingga 45 menit dari waktu yang dijadwalkan.
Pasalnya, ucap Totok pada bulan Agustus di wilayah Jeddah diperkirakan akan mengalami kenaikan suhu hingga 50 derajat di udara.
Hal itu juga berdampak pada pesawat yang mengalami head wind (angin dari arah depan), dimana pesawat terbang akan melawan arah angin saat menuju Solo.
"Dengan kondisi seperti itu kita harus menaikkan bahan bakar yang pesawat lebih banyak. Diperkirakan ada keterlambatan hingga 45 menit. Sedangkan perjalanan Jeddah ke Solo rata-rata membutuhkan waktu 11 jam 45 menit," pungkas Totok.
(Fiddy Anggriawan )