Salah satu warga Dawung Gepeng Nugroho kepada wartawan mengatakan tradisi ini berbeda dengan tradisi padusan di tempat lain. Prosesnya berbeda dengan padusan biasa.
Kalau beberapa tahun silam warga melaksanakan padusan di sumber mata air, sekarang air dari mata air tersebut yang diambil untuk dibawa ke tengah kampung.
Didahului dengan sebuah prosesi, doa bersama untuk diberikan keselamatan dan kelancaran dalam menunaikan puasa, prosesi saling memaafkan dan Bajong Banyu atau 'perang air' yang dilakukan warga penuh dengan kegembiraan.
(Martin Bagya Kertiyasa)