Jelang Idul Fitri, Tradisi Mangalomang Menjaga Ikatan Batin Warga Padanglawas Tetap Terpelihara

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Senin 10 Mei 2021 12:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 10 614 2408357 jelang-idul-fitri-tradisi-mangalomang-menjaga-ikatan-batin-warga-padanglawas-tetap-terpelihara-bH3LXrhhTP.jpg Mangalomang, tradisi menyambut Idul Fitri di Padanglawas, Sumatera Utara. (Foto: Okezone/Dok)

JAKARTA - Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah sudah di depan mata. Biasanya, warga beramai-ramai memasak menu spesial untuk disantap bersama keluarga di hari nan spesial itu. Begitu juga yang dilakukan warga di Tapanuli bagian Selatan (Tabagsel) termasuk di Kabupaten Padanglawas, Sumatera Utara.

Tradisi ini disebut mangalomang alias membuat lemang. Suasana mangalomang tersebut sangat unik dan menjadi tradisi turun-temurun. 

Warga bahu membahu memasak lemang yang dipanaskan di atas api yang besar di atas tanah langsung . "Saat proses pembuatan, warga membagi tugasnya. Sebagian ada yang bertugas mengambil kayu bakar, sedangkan yang lain menjaga lemang yang sedang dimasak," kata Pitra Romadoni Nasution, putra kelahiran Padanglawas yang sukses meniti karier sebagai pengacara di Jakarta dalam pesannya kepada Okezone, Senin (10/5/2021)  

Lemang makanan khas ini dibuat dari bahan dasar beras ketan dan dimasak dalam wadah bambu. Selain karena kelezatannya, lemang menjadi spesial karena kentalnya rasa kebersamaan pada proses pembuatan.

Baca Juga: Tidak Puasa Ramadhan, Bagaimana Mungkin Dapatkan Keutuhan Makna Idul Fitri

Namun ada filosofi mendalam dari tradisi mangalomang ini, yakni membangun kebersamaan, kepedulian dan gotong royong. "Filosofi orang-orangtua kami inilah yang terus kami jaga,"sebutnya 

Bagi masyarakat Padanglawas, dan umumnya Tabagsel yakni 5 kabupaten/kota yaitu Padanglawas, Padanglawas Utara, Tapanuli Selatan, Kota Padangsidimpuan dan Mandailing Natal,  menjaga tradisi adalah kewajiban.

Nilai lebaran akan berkurang tanpa ada acara mangalomang. Selain sudah menjadi tradisi, lemang juga merupakan masakan khas dari daerah itu.

”Tradisi ini sudah berlangsung secara turun temurun di desa-desa. Jadi setiap menyambut lebaran kami selalu membuat lemang,” ujarnya.

Menurutnya, warga dapat bersama-sama membuat lemang. Apabila ada warga yang tidak sanggup membuat lemang sendiri, bisa juga menumpang masak dengan warga lainnya yang ada di daerah itu. ”Syaratnya, setelah lemang itu masak dibagi bersama-sama kepada warga,” ujarnya.

Mangalomang merupakan ungkapan kegembiraan masyarakat pada hari-hari tertentu, sehingga lemang yang dibuat dimakan secara bersama-sama. ”Bukan hanya memasaknya saja yang bergotong royong, tapi makannya juga bersama-sama,” ujarnya.

" Ada warga kebagian tugas menjaga lemang yang dipanaskan di api. Pasalnya, dia sudah tidak sanggup mencari dan mengangkat kayu bakar," tuturnya. Dalam kesempatan di Padanglawas Pitra Romadoni Nasution memberikan santunan kepada sejumlah anak-anak.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya