Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sambut Ramadan, Keraton Kasepuhan Menggelar Tradisi Dlugdag yang Berusia Ratusan Tahun

Fathnur Rohman , Jurnalis-Minggu, 05 Mei 2019 |22:00 WIB
Sambut Ramadan, Keraton Kasepuhan Menggelar Tradisi Dlugdag yang Berusia Ratusan Tahun
Tradisi unik Keraton Cirebon Kasepuhan (Foto: Fathnur rohman/Okezone)
A
A
A

KERATON Kasepuhan Cirebon memiliki tradisi unik dalam menyambut bulan suci ramadan. Tradisi itu bernama Dlugdag. Dlugdag sendiri merupakan kegiatan menabuh bedug ,sebagai pertanda masuknya bulan ramdan. Tradisi ini diketahui sudah berjalan ratusan tahun dan masih eksis hingga saat ini.

Sultan Kasepuhan Cirebon PRA Arief Natadiningrat mengatakan, selain sebagai pertanda masuknya bulan suci ramadan, tradisi Dlugdag juga berfungsi sebagai pengingat, agar melaksanakan salat tarawih pertama pada bulan suci ramdan.

 BACA JUGA: Remaja 18 Tahun Ini Jual Keperawanan Rp 31,6 Miliar kepada Pengusaha Kaya

"Diakhir bulan syaban, tradisi dikita itu menabuh bedug. Ini sebagai pertanda masuknya bulan ramadan, serta kita sudah mulai melaksanakan salat tarawih, " ujar Arief saat ditemui Okezone, Minggu (5/5/2019).

 

Dijelaskan Arief, bahwa tradisi Dlugdag sendiri memiliki beberapa makna, seperti sebagai tanda masuknya waktu salat, sebagai tanda masuknya bulan suci ramadan, serta yang terakhir sebagai sarana untuk menyalurkan rasa gembira, saat datangnya bulan suci ramadan.

"Kita harus menyambut gembira datangnya bulan suci ramadan, " tambahnya.

 

Arief mengaku, kalau tardisi menabuh bedug tidak ada di Kota Mekah atau Madinah. Melainkan hanya ada di Indonesia saja. Ia menceritakan, awalnya bedug sudah ada sebelum islam masuk ke Nusantara. Saat itu, para Wali melakukan akulturasi budaya, dengan menyelipkan ajaran-ajaran islam pada kesenian yang ada.

"Para Wali yang ada di pulau Jawa, mengakomodir seluruh kesenian dan budaya yang ada. Mereka memanfaatkannya, sebagai alat untuk ritual ibadah agama Islam, " imbuhnya.

 

Dengan adanya tradisi Dlugdag sendiri, menurut Arief, kegiatan silaturahmi antara keluarga keraton, abdi dalem, serta masyarakat sekitar akan terjalin lebih erat lagi.

 BACA JUGA : Jaga Baik-Baik, 5 Zodiak Ini Mudah Sekali Tergoda untuk Selingkuh

"Kita bisa bersilaturahmi, dengan para wargi, para abdi dalem, dan masyarakat sekitar dalam acara ini, " pungkasnya.

(Dinno Baskoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement