Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Doa Senjata Orang Beriman

Doa Senjata Orang Beriman
Ilustrasi doa seorang hamba kepada sang khaliq
A
A
A

PADA dasarnya Allah maha mengetahui keinginan manusia tanpa perlu diungkapkan. Tetapi Allah mencintai seorang hamba yang bermunajat. Di balik mengangkat kedua tangan ada keangkuhan yang runtuh di dalam hati, dan menumbuhkan segenap kesadaran akan kelemahan diri, untuk senantiasa menggantungkan segala sesuatu hanya kepada-Nya. Sebab itulah doa merupakan senjata orang yang beriman.

Terlepas dari sebab-musabab doa tertolak, selain itu Allah akan mengabulkan setiap doa hamba-Nya. Seperti yang terkandung dalam Qs. Ghafir ayat 60: “Ud’uni astajib lakum,” yang artinya, berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.

Namun ada beberapa cara Allah dalam mengabulkan doa seorang hamba, yaitu melalui tiga hal; pertama doa yang langsung terkabul, kedua terkabul dengan waktu yang tertunda, dan ketiga diganti dengan yang lebih baik. Seperti yang terkandung dalam Kitab Al-Hikam karya Syekh Ibnu Atha’illah.

“Terlambat datangnya pemberian (Allah), mesti sudah dimohonkan berulang-ulang, janganlah membuat patah harapan. Karena Dia telah menjamin untuk mengabulkan permintaan sesuai dengan apa yang Dia pilihkan untukmu, bukan menurut keinginan engkau sendiri. Juga dalam waktu yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau inginkan.” (Kitab Al-Hikam, nomor 6).

Meskipun Allah telah menetapkan ketentuan mengenai doa, namun tidak sedikit orang mengeluhkan perihal tertundanya pengabulan doa. Keimanannya ternoda karena ketidaksabaran (tergesa-gesa) dan kekerdilan pikiran. Sementara Suri Tauladan—Nabi Muhammad—telah memperingatkan untuk tidak terburu-buru dalam berdoa.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement