nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Nabi dan Orang Arab Badui yang Masuk Surga Tanpa Hisab

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Minggu 26 Mei 2019 02:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 26 614 2060416 cerita-nabi-dan-orang-arab-badui-yang-masuk-surga-tanpa-hisab-tjT8tvqXkg.jpg Kakbah di Masjidilharam tempat dilaksanakannya ritual tawaf

SUKU badui di Arab Saudi merupakan kelompok etnis yang hidup di padang pasir. Mereka dikenal dengan keberanian serta kesetiannya kepada Nabi Muhammad SAW.

Sangking setia dan cintanya kepada Rasulullah, maka pernah ada sebuah cerita orang Suku Badui yang mengajarkan meskipun tidak pernah bertemu Nabi namun muncul rasa cinta yang melebihi segalanya.

Suatu ketika ada orang badui yang sedang tawaf di depan Kakbah sambil berzikir dengan mengucap Ya Karim, Ya Karim, Ya Karim. Orang badui tersebut tidak menyadari Rasulullah berada di dekatnya. Dia hanya fokus tawaf mengelilingi Kakbah. Mendengan orang badui tersebut berzikir, maka Rasulullah pun menirukan zikir orang badui tersebut dan mengikutinya dari belakang.

Orang Badui yang berada persis di depan Rasulullah pun terganggu dengan zikir Rasulullah yang sama persis. Orang Badui tersebut merasa terolok-olok dan berkata,“Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokku, karena aku ini adalah orang Arab Badui? Kalau bukan karena ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah."

Mendengar ucapan orang badui tersebut, Rasulullah hanya tersenyum dan berkata “Apakah engkau tidak mengenali Nabi mu, wahai orang Arab ?”. Orang Badui tersebut menjawab singkat “Tidak.” “Jadi bagaimana kau mengimaninya ?” tanya Rasulullah kepada orang badui tersebut.

Menjawab pertanyaan Rasulullah, orang badui itu menjawab “Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan sabdanya, sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya,".

Mendengar pernyataan yang dikatakan orang badui tersebut, maka Rasulullah berkata “Wahai orang Arab, aku ini Nabimu di dunia dan pertolonganmu di akhirat.”

Mendengar ucapan Rasulullah, maka orang badui tersebut langsung bersujud dan menciumi kaki Rasulullah. Melihat kejadian tersebut, Rasulullah mengangkat badan orang badui tersebut. Ketika itu turunlah malaikat Jibril AS yang membawa kabar dari langit dan berkata,“Ya Muhammad! Tuhan As-Salam mengucapkan salam kepadamu dan berpesan:

"Katakanlah kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahwa Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil maupun yang besar.”

Setelah Rasulullah menyampaikan apa yang disampaikan Allah SWT melalui Malaikat Jibril, orang badui tersebut berkata “Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan dengannya. Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa besar maghfirahnya."

"Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa luas pengampunan-Nya. Jika Dia memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa kedermawanannya,” ujar orang dari Suku Badui tersebut.

Mendengar pernyataan orang Badui tersebut, Rasulullah pun menitikkan air mata yang mengalir membahasai janggutnya.

Pada saat itulah malaikat Jibril turun untuk yang kedua kalinya dengan mengatakan,“Berhentilah engkau menangis! Sesungguhnya karena tangismu, penjaga 'Arsy lupa dengan bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga ia bergoncang. Katakan kepada temanmu itu, bahwa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya. Allah sudah mengampuni semua kesalahannya dan ia akan menjadi temanmu di surga nanti."

Dari kejadian tersebut dapat dilihat bahwa bagaimana akhlak Rasulullah terhadap orang yang bahkan Nabi sendiri belum pernah kenal sebelumnya.

“Rasulullah SAW adalah seorang Nabi yang segala tingkah laku dan tindak tanduknya menjadi tauladan bagi seluruh umatnya, dalam kisah ini terlihat bagaimana Nabi Muhammad memperlihatkan akhlak yang mulia kepada orang badui, dengan melarangya untuk mencium kaki beliau (Nabi Muhammad SAW),” ujar ustadz Asroni Al-Paroya, Ketua Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) Jakarta Timur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini