TAK sedikit ulama yang meyakini bahwa malam ke-27 puasa Ramadan adalah malam turunnya lailatul qadar. Karena itu, masyarakat Muslim di berbagai negara menyambutnya dengan keberkahan dan rasa syukur, memperbanyak amal ibadah dan kebaikan. Seorang muslim yang sangat mencintai Allah SWT dan Rasul-nya pasti sangat merindukan Lailatul Qadar.
I'tikaf menjadi ibadah utama pada malam puasa Ramadan. Jutaan Muslim berduyun-duyun ke masjid. Mereka menghabiskan waktunya dengan melakukan berbagai ibadah, seperti shalat, berzikir, dan tadarus alquran demi mendapatkan malam yang lebih baik ketimbang seribu bulan tersebut. Melalui lafal doa hari ke-27 berikut ini, kita akan diberikan arahan hidup menjadi lebih beriman :
اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ فَضْلَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَ صَيِّرْ أُمُوْرِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُسْرِ إِلَى الْيُسْرِ وَ اقْبَلْ مَعَاذِيْرِيْ وَ حُطَّ عَنِّيَ الذَّنْبَ وَ الْوِزْرَ يَا رَؤُوْفًا بِعِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ
Allâhummarzuqnî fîhi fadhla laylatil qadri wa shayyir umûrî fîhi minal ‘usri ilal yusri waqbal ma’âdzîrî wa huththa ‘anniyadz dzanba wal wizra yâ ra`ûfan bi’ibâdihîsh shâlihîn
