Olahraga Cara Jitu Maksimalkan Kesehatan saat Puasa Ramadan

Harisah Chamil, Jurnalis · Minggu 19 Mei 2019 10:50 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 19 616 2057516 olahraga-cara-jitu-maksimalkan-kesehatan-saat-puasa-ramadan-FGHN0QYvfW.jpg Olahraga cara maksimalkan kesehatan saat puasa Ramadan (Foto : Shutterstock)

Bagi umat muslim, berpuasa di bulan Ramadan merupakan salah satu kewajiban. Di Indonesia, umat Muslim menjalani puasa selama 13 sampai 14 jam sehari lamanya, meski relatif singkat dibandingkan sejumlah negara lainnya.

Perubahan pola makan selama bulan Ramadan seringkali membuat tubuh terasa lemas saat menjalankan aktivitas sehari-hari, sehingga olahraga seringkali tidak lagi menjadi prioritas dalam kegiatan aktivitas saat bulan puasa Ramadan.

"Sebagian orang berpikir bahwa olahraga selama puasa kan menguras energi dan membuat tubuh menjadi semakin lemas. Padahal olahraga dapat malah membantu tubuh untuk tetap fit," ujar Lim Soeyantho,Chief Operation Officer.

Sebuah penelitian menyatakan ketika menjalankan puasa di bulan Ramadan, akan meningkatkan kemampuan tubuh untuk proses pembakaran lemak dan penyimpanan karbohidrat di dalam otot dan hati. Dengan begitu, tubuh kita tidak akan mudah lemas saat asupan glukosa rendah, karena tubuh mempunyai cadangan makanan. Proses tersebut akan lebih terasa manfaatnya apabila kita tetap aktif berolahraga meski sedang berpuasa.

Puasa tetap menjalankan olahraga biar fit

Pada umumnya tubuh akan merasa lapar sekitar 4-8 jam setelah makan terakhir. Dr. Sandi Perutama Gani, Medical Expert Combiphar mengatakan, saat berpuasa di bulan Ramadan, biasanya orang akan merasa lapar pada jam 10.00 atau 11.00 siang, namun saat jam 12.00 hingga 13.00 tubuh akan menjadi lebih bugar kembali.

"Kondisi ini bisa terjadi karena pada jam 12.00 tubuh akan mulai mengompensasi rasa lapar dengan cara mengeluarkan cadangan makanan yang ada di dalam tubuh, yaitu glukogen dan asam lemak untuk menjadi sumber energi. Dengan seperti tubuh akan kembali segar," tambahnya.

Ada beberapa alasan mengapa tubuh menjadi lemas, salah satunya karena turunnya jumlah hemoglobin. Dr. Sandi juga mengatakan bahwa perasaan lemas juga diakibatkan oleh kesalahan memilih menu makanan sahur dan berbuka, kekurangan cairan dan juga kurangnya olahraga.

Ketika berolahraga, jantung akan memompa darah lebih cepat ke seluruh tubuh. Darah yang dipompa jantung mengandung oksigen yang mengalir ke seluruh tubuh dan membuat tubuh terasa lebih bugar.

Ada bebrapa tips olahraga yang bisa dilakukan saat sahur ataupun berbuka, tips olaharaga ini tetap harus disesuaikan dengan durasi dan intensitas olahraga itu sendiri. Berikut beberapa tips dari Diraja Permata Sutan:

1. Olahragalah dengan intensitas sedang seperti lari 5k lamanya, yoga atau dance setelah mengonsumsi takjil dan air putih.

2. Olahraga dengan intensitas tinggi seperti body comboat, body pump, atau angkat beban yang dapat dilakukan satu jam setelah berbuka puasa dengan makan berat.

3. Mengajak anggota keluarga atau teman untuk berolahraga bersama sebagai ganti waktu ngabuburit.

Selain aktif berolahraga, sebaiknya juga mengonsumsi makanan yang tepat saat sahur dan juga berbuka puasa. Menjaga asupan cairan menjadi kunci agar memaksimalkan kesehatan untuk mendukung ibadah puasa. Seperti memilih makanan dam minuman dengan rasa manis alami seperti madu dan juga buah-buahan, mengurangi konsumsi kafein saat berbuka puasa dan juga harus cukup mengonsumsi air putih.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya