Ribuan Warga Berebut Berkah Ketupat Syawalan di Kraton Solo

Bramantyo, Jurnalis · Senin 10 Juni 2019 01:50 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 10 614 2064823 ribuan-warga-berebut-berkah-ketupat-syawalan-di-kraton-solo-aOMRMfbTFb.jpg Warga Berebut Ketupat di Kirab Syawalan Kraton Solo (Foto: Bramantyo/Okezone)

SOLO - Ribuan warga dari berbagai daerah saling berebut kupat yang dibagikan pada prosesi tradisi agung Kraton Kasunanan Surakarta atau Kirab Syawalan di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo.

Tak hanya saling berebut kupat yang disebar pemeran Joko Tingkir KGPH Mangkubumi beserta Walikota dan Wakil Walikota, FX Hadi Rudyatmo dan Ahmad Purnomo, warga pun saling berebut dua buah Gunungan Besar berisi palawija dalam Kirab Syawalan.

"Saya dapet 25 kupat, bisa makan kupat. Biar dapat berkah dari Kraton,"papar Diyono, warga Boyolali yang rutin tiap tahun ikut berebut kupat, Minggu (9/6/2019).

Ribuan warga memadati kirab syawalan di Kraton Solo

Tak hanya Diyono yang gembira berhasil mendapatkan kupat, Sri Mulyani warga Ngrampal, Sragen inipun gembira saat berhasil mendapatkan kacang panjang, dari tiga gunungan yang disebar dalam Kirab Syawalan.

"Alhamdulillah baru kali ini saya dapat. Dulu ikut berebut cuma dapat bambu gunungan saja," terangnya sambil menunjukan kacang panjang yang berhasil didapat.

Seperti halnya Diyono, Sri pun meyakini adannya berkah tersendiri dari Kraton. Apalagi kacang panjang yang didapat ini bertepatan dengan prosesi ritual Joko Tingkir yang merupakan cikal bakal berdirinya Kesultanan Pajang. Ya, Kirab Joko Tingkir dan Pesta Ketupat yang merupakan puncak acara Pekan Syawalan digelar Kraton Kasunanan Surakarta.

Selain ketupat, kirab syawalan juga disemarakkan dengan gunungan

Berbeda dari tahun sebelumnya, prosesi kirab syawalan yang menggambarkan perjalanan Joko Tingkir yang bergelar Sultan Hadiwijoyo yang biasannya selalu digelar di sungai Bengawan Solo tak digelar di sungai.

Pasalnya, selain air sungai Bengawan Solo yang debit airnya menyusut, menyusul adannya revitalisasi sungai terpanjang di pulau Jawa ini, membuat prosesi kirab syawalan yang menggambarkan perjalanan Joko Tingkir mengarungi sungai Bengawan Solo, kesulitan untuk digelar sesuai sejarah Joko Tingkir.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sebagai gantinya, prosesi yang dulu juga pernah diikuti Presiden Jokowi saat menjadi Walikota Solo, diganti dengan cara dikirab. Untuk kali ini, peran tersebut diberikan kepada KGPH Mangkubumi putra SISKS Pakubuwono XIII yang dalam kirab menunggang kuda.

Rombongan kirab berangkat dari Kantor Kelurahan Pucangsawit ke timur sampai TSTJ. sekira 400 peserta termasuk Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo dan Wakilnya, Achmad Purnomo ikut dalam kirab.

Pantauan Okezone, setibannya di TSTJ, Walikota dan Wakil Walikota yang menunggang kereta kencana dan berbusana lurik ini langsung menyebar uang koin pada warga yang sudah menanti jalannya kirab.

Wargapun saling berebut uang koin yang dibagikan. Setibannya di TSTJ, fragmen sendratari menggambarkan pertempuran Joko Tingkir dan kawanan buaya saat mengarungi sungai bengawan solo pun digelar di kolam kecil yang letaknya di tengah danau buatan kawasan TSTJ.

Setelah memenangkan pertarungan, buaya - buaya yang telah takluk ini kemudian membantu Joko Tingkir mendorong rakit bambu menyeberang sungai.

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo yang mengaku baru pertama kali ikut kirab Syawalan di TSTJ mengatakan, kegiatan kirab merupakan salah satu upaya Pemkot mengembangkan TSTJ agar jadi tujuan wisata.

"Kirab berupa gunungan (hasil bumi dan ketupat) bemakna sebuah proses sebelum puncak tertinggi keberhasilan harus melalui perjalanan. Sekarang filosofinya bukan lagi alon - alon waton kelakon (pelan-pelan asal terlaksana- Red), tapi adalah hati - hati tidak boleh takut. Jadi dalam melakukan apapun kita harus hati -hati dan jangan takut," terangnya

Setelah ditutup do'a oleh seorang ulama keraton, pengunjung yang sudah tak sabar menunggu, kemudian langsung mendekat ke panggung tempat gunungan ketupat berada. Ketupat-ketupan serta Gunungan yang sudah dipersiapkan dalam kirab syawalan langsung disebar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya